Page 27 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 09 JULI 2019
P. 27
"Dalam pertemuan internal antara manajemen Damri dengan pengemudi yang
demo telah ditemui beberapa titik temu, yaitu jumlah helper off board akan
ditambah, dan untuk rute-rute sibuk akan diberikan helper on board," katanya
dalam siaran pers, Minggu (7/7/2019).
Sebelumnya, Damri menetapkan kebijakan menggeser peran helper dari dalam bus
menjadi di luar bus. "Dengan sistem e-ticketing , layanan helper di dalam bus [on
board] sudah tidak diperlukan. Namun perlu digarisbawahi bahwa layanan helper
tidak pernah dihilangkan," kata Direktur Utama Damri SN Milatia Moemin.
Dia bercerita layanan helper dipindahkan dari dalam bus ( on board ) ke luar bus (
off board ), helper disiagakan untuk membantu pelanggan Damri di titik-titik
pemberangkatan dan titik-titik kedatangan. Dengan demikian tidak ada
pengurangan layanan Damri dengan adanya perpindahan posisi helper.
Di sisi lain, dia mengklaim melakukan pembenahan status helper dari kondisi tanpa
ikatan kerja menjadi pegawai dengan status sesuai aturan pemerintah melalui
mekanisme kontrak outsourcing karena selama ini mereka direkrut oleh pengemudi.
"Setelah dilakukan tes terhadap sekitar 300 orang helper, hanya 90 orang yang lulus
dan bisa langsung bekerja. Namun, mereka mengundurkan diri karena terprovokasi
oleh rekan-rekannya yang tidak lulus dan melakukan protes," terangnya.
Selain itu, sistem e-ticketing Damri merupakan kebijakan penting untuk
mengendalikan kebocoran pendapatan. Tanpa helper on board, pendapatan Damri
meningkat per hari hingga mencapai 40%. Oleh karena itu, posisi helper dilihat
tidak lagi diperlukan.
Dalam menghadapi demonstrasi, dia menjelaskan telah dilakukan pendekatan tanpa
syarat kepada para pengemudi dan pada pukul 12.00 WIB telah disepakati seluruh
armada untuk kembali beroperasi seperti biasa dan mengikuti aturan yang berlaku.
Page 26 of 68.

