Page 89 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 06 MARET 2020
P. 89

Apabila dampak itu yang terjadi, maka RUU Cipta Kerja menjadi RUU terburuk sejak
               era reformasi," katanya.

               Semakin menggerus hak buruh

               Usman sependapat bahwa substansi RUU Cipta Kerja semakin menggerus hak-hak
               buruh. Sebab, dalam draf RUU banyak menghapus dan mengubah pasal dalam UU
               13/2003 yang berpotensi melanggar HAM. Terutama, hak atas upah minimum yang
               adil, batasan jam kerja, waktu istirahat, libur, hak konsultasi tripartit.

               Dia menilai RUU Cipta Kerja yang menghapus upah minimum kota/kabupaten (UMK)
               dengan upah minimum provinsi (UMP) yang ditetapkan oleh Gubernur berpotensi
               menimbulkan situasi upah minimum tak memenuhi standar Kebutuhan Hidup Layak
               (KHL) bagi buruh. Padahal, setiap wilayah di provinsi memiliki tingkat harga
               kebutuhan dan daya beli masyarakat yang berbeda-beda

               "RUU Cipta Kerja melanggar Pasal 7 Konvensi Internasional tentang Hak Ekonomi,
               Sosial dan Budaya, khususnya tentang hak buruh untuk mendapat upah minimum
               yang mendukung standar kehidupan yang layak," ujarnya mengingatkan.

               Selain itu, RUU ini disinyalir menghapus sejumlah cuti tertentu yang mewajibkan
               pengusaha tetap membayar upah pekerjanya. Seperti cuti bagi pekerja laki-laki
               yang istrinya melahirkan atau keguguran; cuti pekerja yang menikahkan
               keluarganya; mengkhitankan atau membaptiskan anaknya; cuti haid. Kemudian cuti
               bagi pekerja yang menjalankan kewajiban atau ibadah agamanya; cuti untuk
               melaksanakan tugas serikat buruh hingga cuti melaksanakan tugas pendidikan dari
               perusahaan.

               Dia menilai RUU Cipta Kerja yang mengubah banyak UU melalui cara yang
               bertentangan dengan hukum internasional, khususnya terkait hak pekerja melalui
               kondisi yang adil dan menyenangkan di tempat bekerja sebagaimana dijamin oleh
               Kovenan Hak-hak Ekonomi, Sosial, dan Budaya.

               "Pemerintah bisa gagal memenuhi kewajibannya dan mencegah pelanggaran hak
               pekerja untuk mendapatkan cuti berbayar, sesuai prinsip-prinsip PBB mengenai
               bisnis dan HAM," katanya.






















                                                       Page 88 of 126.
   84   85   86   87   88   89   90   91   92   93   94