Page 86 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 06 MARET 2020
P. 86
Oleh karena itu ia meminta kepada pemerintah juga memperhatikan kaum buruh,
karena banyak perusahaan-perusahaan multinasional yang di dalamnya bercampur
antara buruh Indonesia dengan Tenaga Kerja Asing (TKA).
Kekhawatiran itu timbul, lantaran semenjak Presiden Joko Widodo (Jokowi)
menyampaikan sudah ada dua orang yang terpapar virus corona di Indonesia.
"Kami meminta kepada pemerintah sungguh-sungguh memperhatikan kami para
buruh Indonesia, karena merasa terancam akan penyakit corona. Tanpa upaya yang
sungguh-sungguh dari pemerintah terhadap para buruh, di mana setidaknya buruh
yang bergabung di KSPI itu bekerja di perusahaan-perusahaan multinasional yang
banyak tenaga kerja asingnya, seperti berasal dari Tiongkok," kata Said dalam
konferensi pers, di Hotel Mega Proklamasi, Jakarta, Kamis (5/3/2020).
Ia pun menyebutkan sebagai contoh seperti perusahaan INCO, yang merupakan
perusahan tambang dan pengolahan nikel yang beroperasi di Blok Sorowako,
Kabupaten Luwu Timur, Provinsi Sulawesi Selatan.
Di sana, dikatakannya, banyak TKA, khususnya TKA asal Tiongkok, meskipun belum
ada dugaan pasti bahwa TKA itu terdampak virus corona. Namun ia tetap
mengkhawatirkan para buruh Indonesia yang bekerja di perusahaan tersebut.
Harus TIndak Paksa
Selain itu, masih banyak sektor-sektor perusahaan-perusahaan multinasional lainnya
yang mempekerjakan tenaga asing yang berasal dari Jepang, Korea Selatan,
Tiongkok, Taiwan, India, dan Bangladesh.
Menurutnya, pemerintah harus menindak paksa memulangkan TKA yang sudah ada
indikasi terkena virus corona ke negaranya, supaya tidak menyebar di Indonesia.
Selain itu, ia juga menilai upaya pemerintah di bandara-bandara tidak tegas. Tidak
ada pemeriksaan bagi TKA yang keluar masuk ke Indonesia.
"Aneh kok di bandara Indonesia sekali nggak ada pemeriksaan-pemeriksaan suhu,
seperti berbanjar berbaris diperiksa, pemerintah jangan terlalu pede, virus itu
berbahaya untuk bangsa Indonesia, khususnya kaum buruh," ujarnya.
Page 85 of 126.

