Page 82 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 06 MARET 2020
P. 82
Title TERBUKTI BERSALAH MENDANAI TERORISME, TKI DI SINGAPURA DIBUI 2 TAHUN
Media Name detik.com
Pub. Date 05 Maret 2020
https://news.detik.com/internasional/4926820/terbukti-bersalah-mendana i-terorisme-tki-
Page/URL
di-singapura-dibui-2-tahun
Media Type Pers Online
Sentiment Negative
Singapura - Seorang pembantu rumah tangga (PRT) asal Indonesia di Singapura
dinyatakan bersalah mendukung kelompok Islamic State of Iraq and Syria (ISIS)
dan mendanai terorisme. Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ini dijatuhi vonis dua tahun
penjara oleh pengadilan setempat.
Seperti dilansir Channel News Asia , Kamis (5/3/2020), TKI yang disebut bernama
Anindia Afiyantari (32) ini dinyatakan bersalah atas tiga dakwaan mendanai
terorisme. Dana total SG$ 130 (Rp 1,3 juta) disebut diberikan TKI ini kepada
kelompok-kelompok teror. Dia dinyatakan bersalah mendukung ISIS dan Jemaah
Ansharut Daulah (JAD) yang merupakan afiliasi ISIS di Indonesia. Dia juga didakwa
mengunggah video-video pengeboman dan pembunuhan oleh ISIS ke media sosial.
Anindia menjadi PRT Indonesia ketiga yang divonis penjara oleh pengadilan
Singapura, terkait dukungan untuk ISIS. Dua PRT Indonesia lainnya, yakni Retno
Hernayani (37) telah divonis 1,5 tahun penjara dan Turmini divonis 3 tahun 9 bulan
penjara, terkait kasus yang sama.
Disebutkan dalam pengadilan bahwa Anindia masih aktif bekerja sebagai PRT di
Singapura saat tindak pidana itu terjadi. Dia disebut berteman dengan Retno dan
dua PRT Indonesia lainnya yang telah meninggalkan Singapura sebelum
penyelidikan dilakukan dan tidak kembali lagi.
Dalam persidangan disebutkan bahwa Anindia pertama mengetahui JAD tahun 2009
atau 2010 ketika menonton sebuah program berita soal ulama radikal yang
ditangkap karena keterlibatan dalam kamp pelatihan di Aceh. Dia terus mengikuti
berita soal JAD melalui teman-temannya di Indonesia, sebelum akhirnya
menemukan teman-teman di Singapura yang memiliki ideologi yang sama.
Salah satu jaksa penuntut umum, Nicholas Khoo, menyebut Anindia dan tiga PRT
Indonesia lainnya diidentifikasi memiliki ideologi ISIS dan JAD.
Disebutkan jaksa Singapura bahwa Anindia diperkenalkan dengan grup chat
Telegram dan beberapa saluran lainnya, sebelum mulai mencari informasi soal ISIS
dan kekejamannya. Dia mulai mem-posting informasi yang dikumpulkannya via akun
Facebook-nya dengan tujuan menyebarkan ideologi ISIS. Dia bahkan mengunggah
Page 81 of 126.

