Page 83 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 06 MARET 2020
P. 83
video-video pengeboman dan pembunuhan yang dilakukan ISIS. Setiap kali dia
diblokir Facebook, dia membuat akun baru. Pada akhirnya semua akunnya diblokir.
Saat Anindia membaca lebih banyak informasi secara online dan bertemu teman-
teman satu ideologi, ketertarikannya pada terorisme semakin bertambah dan dia
merasa memiliki pikiran dan keyakinan yang sama dengan kelompok terorisme.
Sebagai contoh, dia sepaham dengan ideologi JAD dalam penggunaan kekerasan
fisik terhadap pemerintah Indonesia demi menegakkan syariat Islam di Indonesia.
Tidak hanya itu, Anindia juga mendukung aksi bom bunuh diri karena itu dinilai bisa
membunuh lebih banyak 'musuh-musuh Islam'.
Meskipun JAD dilarang pemerintah Indonesia karena diduga terkait serangan teroris,
kelompok itu masih bisa mendanai aktivitasnya melalui dalih acara 'amal
keagamaan' yang dipublikasikan di media sosial. Anindia memberikan sumbangan ke
dua acara amal JAD, dengan menyalurkan SG$ 50 (Rp 503 ribu) secara langsung
kepada salah satu acara amal dan SG$ 80 (Rp 805 ribu) melalui Retno dan satu PRT
Indonesia lainnya.
Jaksa penuntut umum lainnya, Tan Hsiao Tien, menyebut Anindia melakukan semua
tindak pidana itu secara disengaja dan dia dianggap memiliki riwayat radikalisasi.
Pengacara Anindia, Nasser Ismail, berargumen bahwa kliennya memberikan
sumbangan karena didorong oleh foto-foto dan artikel yang dilihatnya soal anggota
keluarga -- para istri dan anak -- anggota ISIS dan JAD.
"Saya khawatir bahwa di Singapura, kita tidak bisa mentoleransi segala bentuk
dukungan terhadap terorisme dan saya sepakat bahwa ... penangkalan harus
ditegakkan tanpa kompromi dalam kasus Anda," tegas hakim Ong Luan Tze yang
menjatuhkan putusan.
(nvc/jbr) singapura prt indonesia tki wni di singapura pendanaan terorisme.
Page 82 of 126.

