Page 80 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 06 MARET 2020
P. 80

Title          OMNIBUS LAW DITOLAK BURUH, INI KATA KETUA SATGAS
               Media Name     kompas.com
               Pub. Date      05 Maret 2020
                              https://money.kompas.com/read/2020/03/05/161000926/omnibus-law-ditolak -buruh-
               Page/URL
                              ini-kata-ketua-satgas
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive








               JAKARTA, - Rancangan Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja masih menjadi
               sorotan banyak pihak, terutama terkait bagian ketenagakerjaan. Rancangan Undang
               Undang (RUU) sapu jagat ini ditentang oleh banyak pekerja, karena dinilai
               merugikan.

               Merespons hal tersebut, Ketua Satuan Tugas (Satgas) Omnibus Law Rosan Roeslani
               menilai wajar jika ada sejumlah buruh yang merasa keberatan terhadap RUU
               Omnibus Law Cipta Kerja. Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Kamar
               Dagang dan Industri Indonesia Menurut dia, penolakan terjadi akibat Undang-
               Undang tidak dilihat secara keseluruhan, sehingga dinilai merugikan.

               "Wajar (jika dikritik) dan sekarang bagaimana kita komunikasi untuk menerangkan
               secara keseluruhan. Karena kalau diliat sebagian-sebagian itu tidak akan
               menggambarkan keseluruhan makna dan arti daripada omnibus ini," ujarnya,
               Jakarta, Kamis (5/3/2020).

               itu meminta agar Omnibus Law tidak dilihat dari satu sisi saja.

               Ia mencotohkan besaran pesangon yang mengalami penyusutan. Meski besaran
               pesangon turun, Omnibus Law menawarkan berbagai keuntungan lain bagi pekerja.

               "Kalau kita liat satu per satu, oh ini pesangonya turun kalau berhenti disitu bakal
               turun ya, tapi kalau kita liat lebih dalam lagi ini turun tetapi ada beberapa program
               yang sangat baik dari pemerintah," tuturnya.

               Rosan mengakui bahwa jumlah pesangon dalam Omnibus Law menyusut menjadi
               17 persen, dimana sebelumnya pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja
               menerima pesangon diberikan maksimalnya sekitar 32,4 persen. \ Kendati demikian,
               Omnibus Law menawarkan berbagai insentif lain, seperti jaminan kehilangan
               pekerjaan, yang tidak memberatkan baik pengusaha maupun tenaga kerjanya.

               "Memang 17 persen tetapi para pengusaha diwajibkan dalam undang-undang itu,
               jika di setujui setahun paling lambat harus berikan 5 bulan gaji. Ini kadang-kadang
               tidak dilontarkan begitu hanya berhenti di 17 saja. Ada jaminan kehilangan
               pekerjaan," ucapnya





                                                       Page 79 of 126.
   75   76   77   78   79   80   81   82   83   84   85