Page 19 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 4 MARET 2020
P. 19

Title          MANTAN HAKIM MK RAGUKAN ALASAN SALAH KETIK PASAL 170 RUU CIPTA KERJA
               Media Name     kompas.com
               Pub. Date      04 Maret 2020
                              https://nasional.kompas.com/read/2020/03/04/05451901/mantan-hakim-mk-r agukan-
               Page/URL
                              alasan-salah-ketik-pasal-170-ruu-cipta-kerja
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Negative









               JAKARTA, - Guru Besar Bidang Perundang-undangan Fakultas Hukum Universitas
               Indonesia, Maria Farida Indrati, meragukan alasan salah pengetikan dalam Pasal
               170 omnibus law RUU Cipta Kerja .

               Pasal 170 menyatakan, pemerintah dapat mengubah sebuah undang-undang
               melalui Peraturan Pemerintah (PP).

               "Kalau salah ketik (pasal 170) masa dua ayat sih , gitu kan," kata Maria dalam
               sebuah diskusi di FMIPA Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Selasa
               (3/3/2020).

               Adapun Pasal 170 ayat 1 dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Omnibus Law
               Cipta Kerja berbunyi: " Dalam rangka percepatan pelaksanaan kebijakan strategis
               cipta kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1), berdasarkan Undang-
               Undang ini Pemerintah Pusat berwenang mengubah ketentuan dalam Undang-
               Undang ini dan/atau mengubah ketentuan dalam Undang-Undang yang tidak diubah
               dalam Undang-Undang ini ." Kemudian, pada Pasal 170 ayat 2 disebutkan bahwa
               perubahan ketentuan diatur dengan Peraturan Pemerintah.

               Ayat berikutnya menyatakan dalam rangka penetapan peraturan pemerintah,
               pemerintah dapat berkonsultasi dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

               Dari sisi substansi, Maria menilai, Pasal 170 sangat keliru. Ia menegaskan bahwa
               undang-undang tidak bisa diubah dengan Peraturan Pemerintah (PP).

               Pasal 170, kata dia, meniadakan peran DPR dalam membuat perundang-undangan.
               Ia pun mendorong pasal tersebut dicabut dalam RUU sapu jagat tersebut.

               "Itu termasuk pasal yang keliru, menurut saya terlalu tidak menganggap siapa sih
               yang membuat UU?, UU itu harus dibentuk oleh dua lembaga yaitu DPR dan
               pemerintah," ujar Maria.

               Maria berpandangan, pemerintah terkesan menutup-nutupi dalam merumuskan RUU
               tersebut, sehingga wajar menuai protes dari serikat pekerja setelah diserahkan ke
               DPR.




                                                       Page 18 of 112.
   14   15   16   17   18   19   20   21   22   23   24