Page 21 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 4 MARET 2020
P. 21
Title OMNIBUS JOKOWI PERTARUHAN DEMOKRASI
Media Name mediaindonesia.com
Pub. Date 03 Maret 2020
Page/URL https://mediaindonesia.com/read/detail/293814-omnibus-jokowi-pertaruha n-demokrasi
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
DALAM dunia politik ada sebuah ungkapan, be careful of what you wish for-you
might get it. Sekarang banyak orang agak terkejut, termasuk beberapa kelompok
pendukung Jokowi. Ternyata janji kampanye Jokowi kini mulai direalisasikan dengan
kecepatan penuh, gas pol.
Tentu, saya merujuk pada inisiatif pemerintah dalam mendorong UU sapu jagat,
omnibus law. Dua rancangan undang-undang yang telah disodorkan ke parlemen
(yaitu RUU Perpajakan dan RUU Cipta Kerja) ialah bagian dari inisiatif ini dan
keduanya kini sedang menjadi pusat perhatian publik.
Dari berbagai komentar yang ada, favorit saya ialah ini: "Indonesia needs a
breakthrough, and the omnibus (law) is that breakthrough." Komentar ini diucapkan
Piter Abdullah, pimpinan sebuah lembaga riset ekonomi di Ibu Kota, yang dikutip
Harian Jakarta Post (26/2, halaman 1).
Dalam banyak hal, saya setuju dengan pesan di balik komentar seperti itu. UU sapu
jagat, sesuai janji kampanye Jokowi, ialah sebuah terobosan baru. Penjabarannya
dalam bentuk pasal demi pasal, dalam 1.000 halaman lebih, memang agak rumit.
Namun, pada esensinya, konsep yang melandasinya cukup sederhana, yaitu
harmonisasi, integrasi, dan penyederhanaan berbagai aturan yang mengekang serta
menciptakan distorsi dalam ekonomi kita.
Dari segi tertentu, kita malah bisa berkata bahwa terobosan ini juga membawa
sebuah konsep jalan tengah yang ideal, sebuah kerangka operasional dari bentuk
negara kesejahteraan, the Indonesian welfare state.
Hal ini, misalnya, terlihat dalam aturan ketenagakerjaan dan hubungan industrial
baru yang ada di dalamnya. Ia menggantikan beberapa pasal dalam aturan lama
yang diciptakan 17 tahun silam, sebuah rezim industrial yang sudah menjadi terlalu
kaku, membeku dalam waktu, serta menjadi faktor penghambat dalam dunia yang
terus bergerak cepat, khususnya dalam bidang teknologi dan investasi.
Dengan terobosan baru ini, hubungan industrial kita berubah menjadi lebih fleksibel,
tetapi dengan tetap mempertahankan serta menghormati jaminan dasar bagi kaum
buruh. Seorang kawan saya, ekonom Dr Raden Pardede, menamakan jalan tengah
ini sebagai the flexecure approach.
Page 20 of 112.

