Page 22 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 4 MARET 2020
P. 22

Singkatnya, dengan terobosan kreatif semacam itu juga untuk berbagai bidang
               lainnya, Jokowi pada dasarnya ingin mendorong agar sistem ekonomi Indonesia
               lebih mampu beradaptasi dengan perubahan zaman serta menjadi lebih kompetitif
               dan terbuka.

               Bagi saya, itulah faktor terpenting. Tentu saja, sebagai sebuah terobosan baru, UU
               sapu jangat bukan sebuah produk sempurna. Di dalamnya tercantum juga berbagai
               hal yang tidak terkait langsung dengan ide keterbukaan, fleksibilitas, dan kehendak
               untuk membuat sistem ekonomi yang lebih kompetitif.

               Hal itu dapat kita temui, misalnya, dalam aturan soal institusi pers serta soal posisi
               presiden terhadap perubahan undang-undang (Pasal 87 dan Pasal 170, RUU Cipta
               Kerja). Namun, semua ini, lewat perdebatan di parlemen atau forum lainnya pasti
               bisa dikaji atau dihilangkan tanpa mengubah konsepsi dasar yang menopang inisiatif
               baru Jokowi.

               Pada prinsipnya, saya setuju dengan saran Budiman Tanuredjo dalam tulisannya di
               Harian Kompas, beberapa saat lalu: 'Seharusnya (terobosan Jokowi) fokus saja soal
               kemudahan investasi dan debirokratisasi perizinan' (Menyisir Pasal Keblinger, 29/2).
               Fokus dan penajaman prioritas: barangkali inilah yang paling perlu dilakukan
               sekarang.

               Jadi singkatnya, dengan segala kelemahannya yang masih bisa diperbaiki, terobosan
               baru ini ialah tawaran reformasi ekonomi yang layak diperjuangkan, it is something
               worth fighting for.

               Selain itu, satu hal penting juga perlu mendapat catatan tersendiri. UU sapu jagat
               ini, kalau nanti akhirnya diundangkan parlemen, ialah konsep reformasi ekonomi
               pertama dalam skala besar yang dilahirkan pemerintahan demokrasi di negeri kita.

               Sebelum ini, reformasi ekonomi Indonesia selalu lahir dalam suasana keterpaksaan.
               Pada akhir dekade 1990-an, setelah krisis moneter, ia dilakukan di bawah tekanan
               IMF dan Bank Dunia. Sebelum itu, pada dekade 1980-an, reformasi lewat kebijakan
               deregulasi diterapkan dalam sistem yang sepenuhnya otoriter. Semua ini memang
               menghasilkan perubahan fundamental dan umumnya positif, tetapi metode
               pencapaiannya jauh dari cara-cara yang demokratis.

               Karena itulah, pertaruhan UU sapu jagat tidak berkaitan hanya dengan masalah-
               masalah ekonomi atau pertumbuhan investasi di masa depan, walaupun hal ini
               memang sangat penting. Pertaruhannya lebih jauh dari itu, yaitu menyangkut
               kemungkinan dan kemampuan sistem demokrasi Indonesia dalam membawa
               perubahan positif yang nyata serta berdampak besar.

               Bisa dibayangkan, apa jadinya jika parlemen menggagalkan atau memangkas UU
               sapu jagat ini sehingga konsep dasarnya sebagai sebuah terobosan baru menjadi
               sangat kabur? Jokowi dan pemerintahan yang dipimpinnya mungkin akan



                                                       Page 21 of 112.
   17   18   19   20   21   22   23   24   25   26   27