Page 34 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 4 MARET 2020
P. 34
Title OMNIBUS LAW BERI PERLINDUNGAN BAGI SELEBGRAM DAN YOUTUBER
Media Name liputan6.com
Pub. Date 03 Maret 2020
https://www.liputan6.com/bisnis/read/4192658/omnibus-law-beri-perlindu ngan-bagi-
Page/URL
selebgram-dan-youtuber
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Jakarta - Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja
(PHI dan Jamsos) Kementerian Ketenagakerjaan, Haiyani Rumondang, mengatakan
bahwa kehadiran Rancangan Undang-Undang (RUU) Omnibus Law Cipta Kerja akan
memberi kepastian perlindungan bagi pelaku di sektor lapangan kerja baru.
Haiyani memaparkan, pada era perkembangan teknologi digital yang sangat masif
ini banyak bermunculan ruang kerja baru yang menuntut inovasi, kreativitas, dan
kemampuan baru. Oleh karenanya, pemerintah ingin memberikan kepastian jaminan
sosial bagi para pelakunya, termasuk selebgram dan youtuber.
"Jadi misalnya fintech , start-up , selebgram, YouTuber, dan sebagainya. Dalam
kondisi ini pemerintah sudah lama menggaungkan perlu menjamin terhadap pekerja
yang kehilangan pekerjaannya," ujar dia dalam Konferensi Nasional yang digelar
Kementerian Ketenagakerjaan dan International Labour Organization (ILO) di Le
Meridien Hotel, Jakarta, Selasa (3/3/2020).
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) di 2019, Haiyani melanjutkan, ada sekitar
56,01 juta orang pekerja Indonesia yang bergelut di sektor formal, atau sekitar
44,28 persen dari total penduduk kerja di Tanah Air. Adapun mayoritas tenaga kerja
di Indonesia dikuasai oleh para pekerja di sektor informal, yakni sekitar 70,49 juta
orang atau 55,70 persen dari total penduduk kerja. Sedangkan berdasarkan data
Satkernas, pada periode yang sama juga masih ada 7.050.000 orang pengangguran.
"Jadi ada angkayan kerja baru setiap tahunnya adalah sekitar 2,4 juta orang,"
sambung Haiyani.
Mengacu pada kondisi ketenagakerjaan tersebut, ia menyimpulkan, maka tentu
dunia kerja dan pelakunya dihadapkan beragam tantangan dan risiko. Termasuk
kehadiran industri digital yang mengancam sektor konvensional.
"Kemunculan era baru, era digital dan revolusi industri dapat berpotensi
menghilangkan pekerjaan konvensional. Tidak hanya itu, muncul era digital juga
bisa menimbulkan pemutusan hubungan kerja. Oleh karena itu, pemerintah mau
menjamin seluruh tenaga kerja di berbagai sektor," tegasnya.
Page 33 of 112.

