Page 51 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 4 MARET 2020
P. 51
karyawan yang tidak jelas.
Berkat aksi tersebut, sebanyak 665 buruh diangkat sebagai karyawan tetap. Namun,
tak lama berselang, produsen es krim AICE itu kembali bermasalah karena
memberikan cek kosong pada karyawan senilai Rp 600 juta.
Cek tersebut rencananya dibagikan kepada 600 orang karyawan sehingga per orang
menerima bonus Rp 1 juta. Namun, setelah ditunggu hingga satu tahun lamanya
ternyata cek tersebut kosong.
Klarifikasi AICE soal mogok kerja
PT Alpen Food Industry (es krim Aice) memberikan klarifikasi terkait aksi mogok
kerja yang dilakukan para karyawan belum lama ini. Mereka mengklaim telah
mengupayakan penyelesaian lewat negosiasi bipartit (pengajuan perundingan)
selama beberapa kali.
Berdasar rilis yang diterima Suara.com, Legal Corporate PT AFI, Simon Audry
Halomoan Siagian menegaskan pihaknya telah mengikuti regulasi yang ada untuk
menjawab tuntutan massa aksi.
Diketahui, para pekerja yang tergabung dalam Serikat Gerakan Buruh Indonesia
(SGBBI) menyerukan aksi mogok kerja sejak Jumat, (21/2/2020)
"Kami harap pihak DGBBBI PT AFI dapat mengikuti anjuran yang diberikan oleh
mediator," ungkap Simon.
Lebih lanjut, Simon menjawab sejumlah poin tuntutan yang diajukan SGBBI dalam
bipartit. Selengkapnya, berikut klarifikasi yang disampaikan PT AFI.
1. Upah Pekerja
Salah satu tuntutan krusial yang diajukan oleh SGBBI yakni mengenai sistem
pengupahan. Pada awalnya, SGBBI meminta agenda pembahasan kenaikan upah
sebesar 15 persen dari sales tahun 2018 pada tahun 2019. Besaran upah yang
diminta sebesar Rp 11.623.616.
Namun setelah perundingan bipartit berjalan lima kali, PT AFI menawarkan formula
lain yakni dengan kenaikan upah senilai Rp 8.031.668 lantaran tidak bisa memenuhi
besaran upah rapelan yang dituntutkan. Tawaran inipun tidak berujung pada
penyelesaian.
"Tidak terjadi kesepakatan dalam proses bipartit maupun mediasi. Pihak mediator
sudah mengeluarkan anjuran tertulis. Bagi pihak yang tidak setuju bisa mengajukan
gugatan ke Pengadilan Hubungan Industrial," ucap Simon.
2. Tuduhan Eksploitasi Wanita Hamil
Page 50 of 112.

