Page 26 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 10 JANUARI 2020
P. 26

"Untuk peningkatan investasi, kita akan mengejarnya dengan Omnibus Law Cipta
               Lapangan Kerja; perbaikan ekosistem ketenagakerjaan; percepatan penyelesaian
               dan penetapan RTRW dan RDTR Kabupaten/Kota; serta percepatan pelaksanaan
               pengadaan tanah," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga
               Hartarto.

               Airlangga mengutarakan terdapat 11 klaster yang terdapat dalam RUU Cipta
               Lapangan Kerja, yaitu mengenai penyederhanaan perizinan tanah, persyaratan
               investasi dan ketenagakerjaan. Selain itu juga kemudahan dan perlindungan UMKM,
               kemudahan berusaha, dukungan riset dan inovasi, administrasi pemerintahan,
               pengenaan sanksi, pengendaliaan lahan, kemudahan proyek pemerintah, dan
               kawasan ekonomi khusus (KEK).

               Salah satu klaster yang masih dalam pembahasan alot adalah klaster
               ketenagakerjaan yang dikatakan bakal mengatur fleksibilitas jam kerja, proses
               perekrutan dan pemutusan hubungan kerja (PHK), mempermudah perizinan tenaga
               kerja asing, sistem pengupahan berbasis jam kerja, aturan mengenai pesangon,
               serta hubungan antara pekerja dan UMKM.

               Alotnya pembahasan klaster ketenagakerjaan ini lantaran kalangan buruh menilai
               RUU omnibus law bukan cara terbaik untuk meningkatkan investasi dan
               menciptakan lapangan kerja. Sebaliknya, omnibus law merupakan cara
               menghancurkan kesejahteraan pekerja.

               Kalangan buruh menyatakan ada enam poin ditolak dalam RUU Omnibus Law ini.
               Salah satu di antaranya yakni terkait soal hilangnya upah minimum. Hal ini, terlihat,
               dari keinginan pemerintah yang hendak menerapkan sistem upah per jam.

               Dengan kata lain, pekerja yang bekerja kurang dari 40 jam seminggu, maka
               upahnya otomatis akan di bawah upah minimum. "Memang, ada pernyataan yang
               mengatakan jika pekerja yang bekerja 40 jam seminggu akan mendapat upah
               seperti biasa. Sedangkan yang di bawah itu menggunakan upah per jam," kata
               Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal .

               Menyikapi hal itu Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah mengatakan upah dan
               pesangon akan menjadi beberapa poin yang akan masuk menjadi pasal yang akan
               dimasukkan dalam Omnibus Law terkait dengan Cipta Lapangan Kerja. Hal itu
               sekaligus merevisi Undang-undang Ketenagakerjaan No. 13 Tahun 2003 yang
               memiliki konten pengaturan upah dan pesangon.

               Menaker mengatakan bahwa pemerintah masih mengkaji beberapa pasal yang
               dianggap tidak berkontribusi dalam penciptaan lapangan kerja di Indonesia, untuk
               kemudian dimasukkan dalam Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja.

               Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menilai, penerapan
               skema pembayaran upah per jam akan mendorong peningkatan investasi yang
               sekaligus membawa dampak terhadap penciptaan lapangan kerja. "Skema upah per



                                                       Page 25 of 82.
   21   22   23   24   25   26   27   28   29   30   31