Page 42 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 10 JANUARI 2020
P. 42

pemerintah daerah secara bertahap," kata Menaker Ida didampingi Dirjen Binalattas
               Bambang Satrio Lelono.

               Menurut Menaker Ida, dengan pengambilalihan pengelolaan ini diharapkan dapat
               meningkatkan kinerja BLK-BLK dan memberikan manfaat yang maksimal untuk
               mengurangi pengangguran dan meningkatkan keterampilan dan kompetensi pekerja
               di daerah-daerah.

               "Bila pemerintah daerah tidak mampu mengelola dan memanfaatkan keberadaan
               BLK, maka kita siap menampung dan mengambilalih pengelolaan dan aset BLK
               melalui kesepakatan bersama serta melalui prosedur yang sesuai peraturan
               perundang-undangan yang berlaku," kata Menteri Ida.

               Menteri Ida mengungkapkan banyak balai latihan kerja UPTD (Unit Pelayanan
               Teknis Daerah) milik Pemda yang memerlukan pembenahan-pembenahan
               menyeluruh. Beberapa aspek yang harus dibenahi yaitu infrastruktur dan peralatan
               pelatihan, kuantitas dan kualitas instruktur, metode dan kurikulum pelatihan serta
               manajemen pengelolaan BLK itu sendiri.

               "Bila kami lihat dari BLK yang ada di daerah selama ini, akibat faktor keterbatasan
               dana mereka jadi kurang berkembang. Kalau ada daerah yang mnyerahkan ke pusat
               ya kami terima. Selama ini BLK di daerah programnya kebanyakan juga dari
               kementerian, meski kepemilikannya ada di mereka, tapi programnya dari
               kementerian," kata Menaker Ida.

               Menteri Ida mengakui anggaran dari Pemda tidak diprioritaskan untuk
               pengembangan BLK sehingga BLK di daerah menjadi sangat tergantung pada
               anggaran kementerian. Alhasil, untuk kebutuhan percepatan kompetensi tenaga
               kerja, ada beberapa BLK yang akan diserahkan kepada pemerintah pusat. "Kalau
               pengelolaan BLK itu diserahkan dari Pemda ke Pusat, itu merupakan hak Pemda.
               Walau bagaimanapun pusat harus siap menampung dan mengambil alih BLK dan
               pengelolaannya, " Menteri Ida.

               Hal senada dikatakan Bambang Satrio Lelono. Menurutnya Kemnaker siap menerima
               BLK Pekanbaru, BLK Dumai dan BLK Rokan Hulu, sebagai wujud membantu
               program pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) ke depan, dengan
               menempatkan BLK Pemerintah Pusat di Pemprov Riau.

               Namun lanjut Bambang Satrio, sesuai regulasi yang ada, penyerahan BLK tersebut
               harus diserahkan ke Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah (DPOD). Selanjutnya
               DPOD melakukan kajian sebelum diserahkan tiga BLK tersebut ke Pusat. Termasuk
               membentuk tim verifikasi untuk meninjau langsung ke tiga BLK yang barada di
               negeri Bumi Lancang Kuning tersebut. "Peninjauan dilakukan untuk melihat
               peralatan dan aset lainnya termasuk pegawai BLK, " katanya.

               Data Kemnaker mengungkapkan BLK milik pemerintah yang tersebar di seluruh
               Indonesia berjumlah 305 unit yang terdiri dari BLK milik Kemnaker serta BLK milik
               pemerintah daerah tingkat Provinsi, Kabupaten dan Kota.




                                                       Page 41 of 82.
   37   38   39   40   41   42   43   44   45   46   47