Page 52 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 10 JANUARI 2020
P. 52

Title          SENGKARUT PHK KARYAWAN, JASA MARGA KLAIM SUDAH SESUAI PROSEDUR
               Media Name     kompas.com
               Pub. Date      09 Januari 2020
                              https://properti.kompas.com/read/2020/01/09/174523021/sengkarut-phk-ka ryawan-
               Page/URL
                              jasa-marga-klaim-sudah-sesuai-prosedur
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive








               Kasus pemutusan hubungan kerja ( PHK) karyawan PT Jalantol Lingkarluar Jakarta
               (JLJ), anak usaha PT Jasa Marga (Persero) Tbk, berbuntut panjang.

               Corporate Communication & Community Development Group Head PT Jasa Marga
               (Persero) Tbk Dwimawan Heru mengungkapkan, PHK Mirah Sumirat telah dilakukan
               pada April 2019.

               "Keputusan yang menyangkut hubungan kerja antara JLJ dengan mantan karyawan,
               sudah dikeluarkan pada 18 April. Dan itu sudah melalui semua prosedur sesuai
               dengan peraturan perundangan," kata Dwimawan saat konferensi pers di Bekasi,
               Kamis (9/1/2020).


               Heru menambahkan, jika yang bersangkutan keberatan dengan keputusan tersebut
               sebaiknya menempuh jalur hukum dan bukan melakukan pengerahan massa.


               Bersamaan dengan konferensi pers hari ini, Mirah Sumirat yang juga menjabat
               sebagai Presiden Asosiasi Serikat Pekerja (Aspek) Indonesia melakukan aksi unjuk
               rasa bersama dengan ratusan anggota gabungan serikat buruh di kantor pusat PT
               JLJ.

               "Kami juga menyesalkan aksi ini dilakukan di fasilitas pelayanan publik. Karena ini
               adalah kantor oprasional JLJ yang juga diguni para petugas layanan jalan tol," ucap
               Heru.


               Menurut kuasa hukum PT JLJ Jhon Girsang, keputusan PHK terhadap mantan
               karyawan PT JLJ telah sesuai dengan peraturan perundangan.


               Mirah disebut telah meninggalkan tanggung jawab pekerjaan pada waktu dan hari
               kerja.


               "Bukan hanya sehari, seminggu, setiap bulan itu ada," ungkap Jhon.

               Pelanggaran kedua yang dilakukan Mirah adalah menolak untuk melakukan medical
               check up (MCU).

               Jhon menuturkan, proses ini wajib dilakukan seluruh karyawan PT JLJ, karena
               mayoritas karyawannya sering terpapar gas karbon monoksida.







                                                       Page 51 of 82.
   47   48   49   50   51   52   53   54   55   56   57