Page 55 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 10 JANUARI 2020
P. 55
Jhon Girsang menjelaskan status kekaryawanan Mirah Sumirat dengan PT JLJ telah
berakhir sebagaimana surat Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) No. 119/KPTS-
JLJ/IV/2019 tertanggal 18 April 2019.
Surat PHK itu dikeluarkan atas dasar pelanggaran-pelanggaran yang telah terbukti
dilakukan oleh Mirah Sumirat.
Terhadap pelanggaran tersebut telah diberikan Surat Peringatan I (tidak pernah
menjalankan tugas dari Perusahaan), Surat Peringatan II (mangkir dari Uji
Kesehatan Berkala yang diselenggarakan oleh Perusahaan), dan yang terakhir
adalah Surat Peringatan III (mengulangi pelanggaran yang sama, tidak mau
menjalankan tugas sebagai seorang karyawan).
"SP III sudah, apa lagi selanjutnya kalau bukan PHK demi menegakkan aturan
Perjanjian Kerja Bersama (PKB) maupun ketentuan Undang-Undang
Ketenagakerjaan. Hak-haknya sudah kami berikan pula," ujar John.
Intimidasi
Sementara Mirah Sumirat yang juga menjabat Presiden Aspek Indonesia sekaligus
mantan Ketua Serikat Pekerja PT JLJ menegaskan dirinya mengalami intimidasi saat
harus menandatangi surat pengunduran diri dari pekerjaannya di PT JLJ.
"Saya tidak mengetahui atas perintah siapac kami karyawan di meja masing-masing
sudah dipaksa untuk menandatangi surat pengunduran diri," sebut Mirah Sumirat di
lokasi demo.
Page 54 of 82.

