Page 68 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 10 JANUARI 2020
P. 68

mengurangi pengangguran dan meningkatkan keterampilan dan kompetensi pekerja
               di daerah-daerah.

               "Bila pemerintah daerah tidak mampu mengelola dan memanfaatkan keberadaan
               BLK, maka kita siap menampung dan mengambilalih pengelolaan dan aset BLK
               melalui kesepakatan bersama serta melalui prosedur yang sesuai peraturan
               perundang-undangan yang berlaku," kata Ida.

               Ida mengungkapkan, banyak balai latihan kerja Unit Pelayanan Teknis Daerah
               (UPTD) milik Pemda yang memerlukan pembenahan-pembenahan menyeluruh.

               Beberapa aspek yang harus dibenahi yaitu infrastruktur dan peralatan pelatihan,
               kuantitas dan kualitas instruktur, metode dan kurikulum pelatihan serta manajemen
               pengelolaan BLK itu sendiri.

               "Bila kita lihat dari BLK yang ada di daerah selama ini, akibat faktor keterbatasan
               dana mereka jadi kurang berkembang. Kalau ada daerah yang mnyerahkan ke pusat
               ya kami terima. Selama ini BLK di daerah programnya kebanyakan juga dari
               kementerian, meski kepemilikannya ada di mereka, tapi programnya dari
               kementerian," kata Ida.


               Ida mengakui anggaran dari Pemda tidak diprioritaskan untuk pengembangan BLK
               sehingga BLK di daerah menjadi sangat tergantung pada anggaran kementerian.
               Alhasil, untuk kebutuhan percepatan kompetensi tenaga kerja, ada beberapa BLK
               yang akan diserahkan kepada pemerintah pusat.

               "Kalau pengelolaan BLK itu diserahkan dari Pemda ke Pusat, itu merupakan hak
               Pemda. Walau bagaimanapun pusat harus siap menampung dan mengambil alih
               BLK dan pengelolaannya," kata Ida.

               Sementara Bambang Satrio Lelono mengatakan, Kemnaker siap menerima BLK
               Pekanbaru, BLK Dumai dan BLK Rokan Hulu, sebagai wujud membantu program
               pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) ke depan, dengan menempatkan BLK
               Pemerintah Pusat di Pemprov Riau.

               Namun, lanjut Bambang Satrio, sesuai regulasi yang ada, penyerahan BLK tersebut
               harus diserahkan ke Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah (DPOD). Selanjutnya
               DPOD melakukan kajian sebelum diserahkan tiga BLK tersebut ke Pusat.

               Termasuk membentuk tim verifikasi untuk meninjau langsung ke tiga BLK yang
               barada di negeri Bumi Lancang Kuning tersebut. "Peninjauan dilakukan untuk
               melihat peralatan dan aset lainnya termasuk pegawai BLK, " katanya.

               Data Kemnaker mengungkapkan BLK milik pemerintah yang tersebar di seluruh
               Indonesia berjumlah 305 unit yang terdiri dari BLK milik Kemnaker serta BLK milik
               pemerintah daerah tingkat provinsi, kabupaten dan kota.

                Sumber: Suara Pembaruan





                                                       Page 67 of 82.
   63   64   65   66   67   68   69   70   71   72   73