Page 114 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 16 OKTOBER 2019
P. 114

sehat atau tidak, ini yang membuat keluarga sangat cemas dan selalu memikirkan
               nasibnya," ucap Ruslani ayah kandung Muyasiroh, Selasa (15/10).

               Ruslani menceritakan, pada awalnya sekitar awal bulan September 2004, anaknya
               diajak oleh Udin, merupakan sponsor/calo TKI warga Desa Eretan, Kecamatan
               Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Muyasiroh dibawa ke Jakarta
               untuk didaftarkan sebagai PRT ke Luar Negeri.

               Kurang lebih satu bulan mengikuti proses, kemudian pada 4 Oktober 2004,
               Muyasiroh diberangkatkan ke Oman oleh PT Sadera yang beralamat di Jl. Bukit Duri,
               Kampung Melayu, Jakarta Timur.

               "Pada saat itu Muyasiroh masih berumur 15 tahun, belum lulus Sekolah Menengah
               Pertama (SMP). Setelah berangkat ke luar negeri, anak saya tidak ada kabar lagi,"
               kata dia.

               Senada dengan Ruslani, Masroti, ibu kandung Muyasiroh, mengatakan bahwa
               anaknya di Oman bekerja pada majikan bernama Habib dan istrinya bernama
               Sangadah beralamat di Sultanate of Oman, PO. Box 4,ZlP Code 420, Mudhaibi,
               Muscat.

               "Setiap selesai sholat, saya berdoa meminta kepada Allah SWT agar bisa
               mempertemukan kembali dengan anak saya," kata ibu anak dua ini dengan mata
               berkaca-kaca.

               Selain meminta kepada Allah SWT, Masroti berharap pemerintah daerah maupun
               lembaga swasta bisa membantu untuk menyampaikan pengaduan ke Pemerintah
               Indonesia agar bisa membantu untuk menemukan dan memulangkan anaknya ke
               kampung halamannya di Indramayu.

               "Keluarga berharap ada yang bisa membantu untuk memulangkan anak saya yang
               sudah 15 tahun bekerja di Oman belum juga pulang. Saya sudah kangen ingin
               segera berkumpul kembali dengan Muyasiroh setelah ditinggal pamit bekerja di Luar
               Negeri," harapnya.

               Sementara itu ketua Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Cabang Indramayu,
               Juwarih mengatakan, pihaknya akan segera menindaklanjuti aduan dari keluarga
               Muyasiroh.

               "Dalam waktu dekat, kami akan meneruskan pengaduan dari keluarga PMI dengan
               membuat aduan secara tertulis ke Direktorat Perlindungan WNI dan BHI
               Kementerian Luar Negeri, dengan tembusan ke BNP2TKI, Kemnaker RI, dan KBRI
               Oman," pungkasnya.









                                                      Page 113 of 136.
   109   110   111   112   113   114   115   116   117   118   119