Page 110 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 16 OKTOBER 2019
P. 110

Kamdani saat hadir dalam forum Investasi dan Perdagangan Indonesia 2019 di
               Jakarta, Selasa.

               Menurut dia, apabila ada revisi peraturan maka pihaknya akan mencermati kembali
               struktur pengupahan itu.

               Sesuai dengan PP Nomor 78 tahun 2015 penetapan UMP itu dilakukan setiap tahun.

               Terkait kenaikan UMP, lanjut dia, dinilai bukan merupakan hal yang mudah bagi
               pengusaha apalagi dengan kondisi ekonomi saat ini yang melesu.

               "Walau belum resesi tapi kami mesti siap-siap itu. Kenaikan ini bukan hal mudah
               dan dari pekerja juga melihat itu, bukan hal mudah buat pengusaha tapi kami harus
               menghargai apa yang kami sepakati," katanya.

               Ia mendorong ada kesepakatan bilateral antara pemberi pekerja tertentu dengan
               pekerja apabila ada permasalahan.

               Untuk 2019, pemerintah sebelumnya menetapkan kenaikan upah minimum provinsi
               (UMP) sebesar delapan persen.

               Kenaikan UMP itu menggunakan formula persentase angka pertumbuhan ekonomi
               ditambah inflasi.

               Jika kondisi itu sama diberlakukan pada 2020, Shinta mengaku kenaikan akan
               memberatkan pengusaha karena situasi ekonomi global yang melambat.

               "Akan sangat keberatan tapi bagaimana pun harus ada dasar perhitungan. Makanya
               saya bilang, bagi perusahaan yang punya masalah ya dia harus bilateral dengan
               pekerjanya," katanya.

               Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna Editor: Ahmad Buchori COPYRIGHT (c)2019 .





























                                                      Page 109 of 136.
   105   106   107   108   109   110   111   112   113   114   115