Page 95 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 16 OKTOBER 2019
P. 95
Menaker Hanif menambahkan pembangunan ketenagakerjaan sebagai bagian
integral dari pembangunan nasional memiliki empat tujuan utama. Yakni
pendayagunaan angkatan kerja, pemerataan kesempatan kerja, perlindungan
tenaga kerja, dan peningkatan kesejahteraan pekerja dan keluarganya.
"Pencapaian keempat tujuan tersebut harus selalu dimonitor dan dievaluasi secara
berkesinambungan," katanya.
Hanif berharap hasil pengukuran IPK ini dapat dijadikan acuan bagi semua pihak
dalam mengembangkan ketenagakerjaan dan seluruh unit kerja di Kemnaker
menjadikan hasil penilaian IPK sebagai acuan dalam melakukan pembinaan,
penyusunan program dan kegiatan ketenagakerjaan di masing-masing daerah.
"Diharapkan juga bahwa kegiatan ini mampu mendorong percepatan pembangunan
ketenagakerjaan di daerah baik provinsi maupun kabupaten/kota, " ujar Menaker.
Atas prestasi kepala daerah tersebut, Hanif memerintahkan jajarannya di masing-
masing untuk untuk menunjukkan mekanisme reward dan punishmant-nya dan
bukan hanya pemberian penghargaan ini cuma judulnya kertasnya saja.
"Kalau ada penghargaan dan pengakuan atas kinerja Pemda, minimal anggarannya
juga ditambah untuk ke daerahnya. Kalau yang tidak berprestasi, apalagi mengalami
penurunan, turunkan juga anggarannya. Itu baru fair sehingga ini bisa menjadi
insentif," kata Menaker.
Kabarenbang Kemnaker Tri Retno Isnaningsih mengatakan hasil pengukuran
diperoleh data Pemprov dengan IPK kategori "Menengah Atas"atau IPK di atas
66,00 bertambah menjadi 7 provinsi, naik 1 provinsi dari tahun 2018.
"Sedangkan provinsi berkategori "Rendah" atau IPK di bawah 50,00 berkurang
menjadi 1 provinsi, dibandingkan tahun 2018 sebanyak 2 provinsi," katanya
Ada 19 kategori penghargaan yang diserahkan Kemnaker kepada 13 pemerintah
daerah sebagai bentuk apresiasi atas pencapaian pembangunan ketenagakerjaan di
masing-masing daerah.
Provinsi dengan Urusan ketenagakerjaan kategori Besar Terbaik Pertama : Jawa
Tengah dengan indeks 65,71. Terbaik Kedua, Jatim (64,74); Terbaik Ketiga, Sulsel
(64,73).
Provinsi dengan Urusan Ketenagakerjaan kategori Sedang Terbaik Pertama, DIY
(70,79); Terbaik Kedua, DKI Jakarta (68,34); dan Terbaik Ketiga, Kalteng (67,94).
Provinsi dengan Urusan Ketenagakerjaan kategori Kecil Terbaik Pertama, Kaltara
(69,63); Terbaik Kedua, Papua Barat (67,07) dan Terbaik Ketiga Sultra (68,83).
Provinsi dengan Akselerasi Indeks Terbaik Pemenang, NTB dengan indeks 57,84.
Page 94 of 136.

