Page 98 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 16 OKTOBER 2019
P. 98
membenahi dua aspek penting, yakni ekosistem ketenagakerjaan dan jaminal sosial
bagi pekerja.
Hanif menilai, saat ini ekosistem ketenagakerjaan di Indonesia masih kaku. Salah
satunya akibat aturan dalam bekerja yang masih kaku dan berdampak pada
terhambatnya produktivitas bagi pekerja itu sendiri.
"Maka dari itu, saya ingin menegaskan perlunya mentransformasikan ekosistem
yang kaku tadi menjadi lebih fleksibel atau flexibility labour market," kata Hanif.
Ia menambahkan, setelah ekosistem ditransformasikan lebih fleksibel, maka
perlindungan sosial perlu diperkuat. Hal ini diperlukan, agar ke depan, para pekerja
harus bisa merasakan konsep pembelajaran seumur hidup (long life learning and
long life education), yakni kondisi dimana seseorang bisa belajar terus menerus,
meningkatkan skill-nya, beradaptasi , dan bisa bekerja secara terus menerus dengan
dinaungi perlindungan sosial
"Di sini pentingnya menyeimbangkam keduanya, agar selaras dengan tujuan yang
sama sama kita harapkan. Di saat skill/keterampilan menjadi hal wajib dalam
menghadapi dunia ketenagakerjaan yang semakin dinamis/fleksibel, maka semua
orang harus bisa mengalami long life learning melalui berbagai bentuk skilling,
upskilling, dan reskilling, " tambahnya.
Sementara itu, Ketua Umum Apindo, Haryadi B. Sukamdani mengatakan, ITIS 2019
digelar pada momentum yang tepat. Apalagi menjelang dimulainya pemerintahan
baru periode 2019 - 2024, sehingga dapat membangun optimisme baru untuk
pemerintahan baru.
Page 97 of 136.

