Page 132 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 18 NOVEMBER 2021
P. 132
KEMNAKER: PEMERINTAH DAN SEJUMLAH PIHAK TERUS TINGKATKAN
PERLINDUNGAN BAGI PEKERJA
Suara.com - Pemerintah bersama sejumlah pihak terus berkomitmen meningkatkan
perlindungan terhadap Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan keluarganya, khususnya bagi pekerja
migran awak kapal. Hal itu disampaikan Sekjen Kemnaker, Anwar Sanusi saat memberikan
sambutan pada acara Lokakarya bertajuk "Konsultasi Menghadapi Gelombang: Respons atas
Pandemi Covid-19 dan Tindakan Pemulihan bagi Pekerja Migran Khususnya Penangkap Ikan
Migran", Jakarta, Rabu (17/11/2021).
"Acara lokakarya ini sesungguhnya wujud nyata dari komitmen pemerintah yang bekerja sama
dengan berbagai pihak, dalam upaya meningkatkan perlindungan bagi Pekerja Migran Indonesia
beserta keluarganya, khususnya bagi pekerja migran awak kapal," ucap Sekjen Anwar.
Ia mengatakan, selama masa pandemi Covid-19, pemerintah terus berkoordinasi dengan seluruh
pihak terkait, termasuk Perwakilan RI di negara tujuan penempatan guna memberikan bantuan
dan memfasilitasi kepulangan bagi PMI bermasalah sampai ke daerah asalnya.
Sementara secara lebih khusus, katanya, Kemnaker menerbitkan beberapa kebijakan nasional
dalam menyikapi situasi terkini pandemi Covid-19 di tingkat nasional maupun internasional dan
sebagai bentuk percepatan pemulihan ekonomi nasional.
"Kebijakan dilakukan dengan menetapkan Keputusan Menteri Ketenagakerjaan RI Nomor 294
Tahun 2020 tentang Pelaksana Penempatan PMI pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru. Jadi kami
di Kemnaker, utamanya Bu Menteri Ida Fauziyah, sangat responsif dalam menyikapi pandemi
Covid-19," ucapnya.
Selain itu, sambungnya, secara bertahap membuka negara tujuan penempatan setelah
memperhatikan saran dan pertimbangan Perwakilan RI di negara tujuan penempatan dan rapat
koordinasi antar kementerian/lembaga terkait. "Sampai dengan bulan November 2021 telah
dibuka 58 negara penempatan melalui perubahan Keputusan Direktur Jenderal Pembinaan
Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja ketujuh," ujarnya.
131

