Page 137 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 18 NOVEMBER 2021
P. 137
Judul UMP Hanya Naik 1,09 Persen, Politikus PKS: Tak Cukup untuk Penuhi
Kebutuhan Hidup Buruh
Nama Media kompas.tv
Newstrend Upah Minimum 2022
Halaman/URL https://www.kompas.tv/article/233013/ump-hanya-naik-1-09-persen-
politikus-pks-tak-cukup-untuk-penuhi-kebutuhan-hidup-buruh
Jurnalis redaksi
Tanggal 2021-11-17 19:17:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 17.500.000
News Value Rp 52.500.000
Kategori Kementerian Ketenagakerjaan
Layanan Korporasi
Sentimen Positif
Ringkasan
Wakil Ketua Fraksi PKS DPR RI Netty Prasetiyani mengkritik keras keputusan pemerintah yang
hanya menaikkan Upah Minimum Provinsi (UMP) sebesar 1,09 persen. Menurut dia, kenaikan itu
amat kecil dan tak akan bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari agar bisa hidup layak dan
menafkahi keluarganya.
UMP HANYA NAIK 1,09 PERSEN, POLITIKUS PKS: TAK CUKUP UNTUK PENUHI
KEBUTUHAN HIDUP BURUH
Wakil Ketua Fraksi PKS DPR RI Netty Prasetiyani mengkritik keras keputusan pemerintah yang
hanya menaikkan Upah Minimum Provinsi (UMP) sebesar 1,09 persen. Menurut dia, kenaikan itu
amat kecil dan tak akan bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari agar bisa hidup layak dan
menafkahi keluarganya.
"Jumlah kenaikan ini sangat kecil sekalipun diukur dari sisi inflasi yang hanya merupakan salah
satu indikator dalam penentuan upah. Tingkat inflasi tahunan sampai Oktober 2021 saja sudah
1,66 persen. Ini kenapa rata-rata kenaikan UMP hanya 1,09 persen?" kata Netty dalam
keterangan tertulis, Rabu (17/11/2021).
Anggota Komisi IX DPR RI itu mempertanyakan metode atau formula apa yang digunakan
pemerintah dalam menyusun UMP 2022. Karena meskipun pihaknya menolak UU Cipta Kerja,
akan tetapi UU Cipta Kerja juga memuat banyak indikator lainnya dalam menentukan upah.
"Kami di Fraksi PKS sedari awal memang menolak pengesahan UU Cipta Kerja. Tapi katakanlah
pemerintah memakai itu, seharusnya dalam PP 36/2021 juga ada indikator lain seperti tingkat
daya beli, tingkat penyerapan tenaga kerja dan median upah. Jadi bukan hanya soal inflasi dan
pertumbuhan ekonomi saja," kata Netty.
136

