Page 138 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 18 NOVEMBER 2021
P. 138
Selain itu, lanjut dia, seharusnya pemerintah juga memperhatikan dan mempertimbangkan
aspirasi pekerja atau buruh yang disampaikan dalam berbagai aksi unjuk rasa dalam beberapa
waktu terakhir.
"Saya meminta pemerintah mencarikan jalan keluar terbaik, dengan bersikap bijaksana atas
berbagai aspirasi pada aksi unjuk rasa pekerja/buruh sehubungan dengan kenaikan UMP," ujar
Netty.
Menurut dia, jika pemerintah berani menaikkan UMP yang berkeadilan, justru akan mempercepat
pertumbuhan ekonomi. "Apabila UMP naik, maka dengan sendirinya membuat daya beli
masyarakat meningkat. Dan itu akan membuat ekonomi nasional tumbuh dan bergerak."
"Tapi jika UMP tidak naik atau bahkan turun maka konsumsi produk masyarakat juga akan
menurun, sehingga lapangan kerja baru sulit untuk dibuka," katanya.
Sebelumnya, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengungkapkan rata-rata
kenaikan upah minimum 2022 yaitu sebesar 1,09 persen.
Hal tersebut disampaikan Ida dalam konferensi pers tentang upah minimun 2022 secara daring,
Selasa (16/11/2021). "Simulasi ini dari data BPS (Badan Pusat Statistik), rata-rata kenaikan upah
minimum itu 1,09 persen, ini rata-rata nasional," kata Ida.
Hal tersebut, lanjut Ida, berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja
dan aturan turunannya Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan.
Meski demikian, dia menekankan bahwa untuk penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) dan
Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) masih menunggu penetapan dari gubernur masing-
masing provinsi.
137

