Page 153 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 18 NOVEMBER 2021
P. 153

CEGAH KEMISKINAN, STANDAR UPAH MESTI DITERAPKAN

              Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan penetapan Upah Minimum (UM) atau standar
              upah bertujuan untuk memberikan perlindungan kepada pekerja serta sebagai upaya mencegah
              kemiskinan.  UMK  Tahun  2022  ini  sudah  ditetapkan  berdasarkan  UU  Nomor  11  Tahun  2020
              tentang Cipta Kerja dan aturan turunannya PP No. 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan.

              "Kebijakan UMK ini, merupakan salah satu program strategis nasional yang ditujukan sebagai
              salah  satu  instrumen  pengentasan  kemiskinan  serta  serta  mendorong  kemajuan  ekonomi
              Indonesia  melalui  pengupahan  yang  adil  dan  berdaya  saing,"  kata  Ida  Fauziyah  di  kantor
              Kemnaker, Jakarta, Selasa (16/11/2021).

              Menurutnya Upah Minimum adalah upah terendah yang ditetapkan oleh pemerintah yang berlaku
              bagi pekerja/buruh dengan masa kerja kurang dari 1 tahun pada perusahaan yang bersangkutan.

              Ida Fauziyah menjelaskan, UM berdasarkan PP No. 36 Tahun 2021 hanya berdasarkan wilayah,
              yaitu Upah Minimum Provinsi (UMP) dan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK). Tidak ada lagi
              penetapan UM berdasarkan sektor, namun UMS yang telah ditetapkan sebelum 2 November
              2020 tetap berlaku hingga UMS tersebut berakhir atau UMP/UMK di wilayah tersebut telah lebih
              tinggi.

              "Dengan demikian UMS tetap berlaku dan harus dilaksanakan oleh pengusaha," ujar Ida Fauziyah
              didampingi Dirjen PHI dan Jamsos Kemnaker, Indah Anggoro Putri.

              Sesuai SE Mendagri 561/6393/SJ perihal penetapan UM tahun 2022 kepada seluruh gubernur,
              Ida Fauziyah meminta Gubernur harus menetapkan UMP paling lambat tanggal 21 November
              2021.  Namun  mengingat  21  November  merupakan  hari  libur  nasional maka  penetapan  UMP
              harus dilakukan paling lambat 1 hari sebelumnya, yaitu 20 November 2021.

              "Dalam menetapkan UMK, maka harus dilakukan Gubernur paling lambat tanggal 30 November
              2021 dan dilakukan setelah penetapan UMP," katanya.

              Ida Fauziyah menegaskan semangat dari formula UM berdasarkan PP Nomor 36 Tahun 2021
              adalah untuk mengurangi kesenjangan UM, sehingga terwujud keadilan antar wilayah. Ia menilai
              keadilan antar wilayah tersebut dicapai melalui pendekatan rata-rata konsumsi rumah tangga di
              masing-masing wilayah.

              Ditambahkan  Menaker,  mencermati  UM  yang  ada  saat  ini  tidak  memili  korelasi  sama  sekali
              dengan  angka  rata-rata  konsumsi,  median  upah  atau  bahkan  tingkat  penganggurannya.
              Contohnya, ada suatu kabupaten dan kota saling bersebelahan namun kabupaten memiliki nilai
              UM hampir 2 kali dari kota.

              "Ada pula, kabupaten dengan angka pengangguran sangat tinggi dan mayoritas penduduknya
              masih bertani, namun karena kabupaten tersebut memiliki wilayah industri sehingga dipaksa
              memiliki nilai UMK yang sangat tinggi," katanya.

              Kepada  media,  Ida  Fauziyah  juga  memperkenalkan  sekaligus  meluncurkan  wagepedia, yakni
              kanal informasi milik kemnaker yang dapat dikases oleh seluruh pihak. Melalui wagepedia ini,
              publik dapat mengetahui data dan informasi terkait pengupahan secara valid, akurat dan dapat
              diakses secara transparan.

              "Dalam wagepedia tersebut juga terdapat fitur kalkulator upah minimum, sehingga siapapun, di
              manapun dan kapanpun dapat mengetahui perhitungan nilai UM tahun 2022. Dengan demikian,
              data  tersebut  dapat  digunakan  sebagai  salah  satu  alternatif  pengambilan  keputusan  para
              stakeholder pengupahan dengan transparan dan akurat," katanya. (*/arl).

                                                           152
   148   149   150   151   152   153   154   155   156   157   158