Page 275 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 18 NOVEMBER 2021
P. 275

"Ini lebih rendah dibandingkan dengan kenaikan upah tahunan rata-rata 8-9% dalam lima tahun
              terakhir dan dengan demikian dampak inflasi harus minimal," kata Analis Bahana Sekuritas yang
              dikaji  oleh  Satria  Sambijantoro,  Raden  Rami  Ramdana,  dan  Drewya  Cinantyan  dikutip  Rabu
              (16/11).

              Ketika  nilai  simulasi  kenaikan  UMP  2022  yang  ditetapkan  pemerintah  sangat  minim,  maka
              kesempatan unjuk gigi kepala daerah makin kecil. Nantinya kepala daerah atau gubernur yang
              bakal  menentukan  besaran  detilnya.  Penetapan  upah  minimum  tahun  ini  menjadi  panggung
              terakhir bagi gubernur, utamanya untuk menaikkan pamor di depan buruh dengan massa yang
              besar.

              "Bagi  beberapa  pemimpin  lokal,  ini  akan  menjadi  kesempatan terakhir  untuk  merayu buruh.
              Masa kepemimpinan Anies Baswedan atau Ganjar Pranowo, misalnya, akan berakhir pada 2022
              karena pemimpin daerah sementara diangkat sebelum pemilihan serentak pada 2024," katanya.

              Tetapi mereka beranggapan tampaknya tidak mungkin pertumbuhan upah provinsi ditetapkan
              secara signifikan lebih tinggi dari 1,09%, yang dapat melemahkan indeks daya saing provinsi,
              kepercayaan investor, dan tujuan penciptaan lapangan kerja.

              Belum lagi ada ancaman dari pemerintah pusat kepada gubernur soal sanksi bila menetapkan
              UMP tak sesuai ketentuan. UMP 2022 memakai skema penetapan upah berdasarkan PP No 36
              tahun 2021 tentang pengupahan yang mengacu pada UU Cipta Kerja.

              Ketika kepercayaan investor terbangun, pemerintah mengklaim tujuan penetapan UMP tahun ini
              untuk mempersempit kesenjangan upah dalam beberapa tahun ke depan. Hal ini terlihat dari
              provinsi tetangga namun angka upah minimumnya sangat berbeda secara signifikan.

              "Beberapa kabupaten saat ini memiliki upah minimum yang terlalu tinggi karena ketergantungan
              mereka  yang  tinggi  pada  komoditas  atau  kawasan  industri,  sementara  yang  mengandalkan
              pertanian  atau pertanian  dasar tertinggal.  Saat  ini,  Jakarta  memiliki  upah  minimum  nasional
              tertinggi  (Rp  4,45  juta)  sementara  Jawa  Tengah  memiliki  yang  terendah  (Rp1.81  juta),"
              sebutnya.

              Dari tabel yang disajikan Bahana, umumnya provinsi di Jabar memiliki UMP di atas rata-rata
              nasional. Selain itu, compound annual growth rate (CAGR) dengan persentase termasuk yang
              tertinggi atau di atas 6%. Contohnya di DKI Jakarta yang di tahun 2016 UMP-nya hanya Rp 3
              jutaan awal atau tepatnya Rp 3,1 juta maka tahun ini sudah mencapai Rp 4,42 juta.(hoi/hoi).



























                                                           274
   270   271   272   273   274   275   276   277   278   279   280