Page 302 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 18 NOVEMBER 2021
P. 302

KEMNAKER RESPONS ANCAMAN MOGOK NASIONAL BURUH

              REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA--  Dirjen  Pembinaan  Hubungan  Industrial  dan  Jaminan  Sosial
              Tenaga Kerja (PHI dan Jamsos) Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker) Indah Anggoro Putri
              menanggapi  ancaman  mogok  kerja  nasional  buruh  karena  kenaikan  UMP  yang  hanya  1,09
              persen. Menurutnya, ia akan melakukan sosialisasi terhadap para pekerja tersebut.

              "Dapat  kami  sampaikan  bahwa  penyesuaian  nilai  UM  tahun  2022  akan  bervariasi  di  daerah
              karena sangat bergantung pada data makro, seperti rata-rata konsumsi perkapita setempat dan
              nilai PE atau inflasi provinsi di masing-masing wilayah. Oleh karena itu, seluruh pihak sudah
              seharusnya mempedomani PP 36/2021 dalam rangka penetapan UM," katanya saat dihubungi
              RepJabar, Rabu (17/11).

              Kemudian, ia melanjutkan dalam menyikapi rencana aksi buruh atas kenaikan UM tahun 2022.
              Pihaknya akan melakukan sosialisasi terkait penetapan UM tahun 2022 berdasarkan PP 36/2021
              secara lebih masif. Lalu, menjelaskan filosofi dan dasar penetapan UM seperti pemberlakuan UM
              bagi pekerja atau buruh dengan masa kerja kurang satu tahun.

              "Kami  juga  jelaskan  pengenalan  kanal  informasi  pengupahan  (Wagepedia)  serta  urgensi
              penerapan struktur dan skala upah dan pengupahan berbasis produktivitas," kata dia.

              Ia  menambahkan  akan  melakukan  koordinasi  dengan  kepala  dinas  yang  membidangi
              ketenagakerjaan  provinsi  dan  Kabupaten/Kota  serta  dewan  pengupahan  daerah  dan
              melaksanakan dialog dengan Depenas dan BP LKS Tripnas.

              "Kami  juga  melakukan  koordinasi  dengan  BPS,  Kemendagri,  Kepala  Daerah  dan
              Kementerian/Lembaga terkait," kata dia.

              Sebelumnya,  Presiden  Konfederasi  Serikat  Pekerja  Indonesia  (KSPI)  Said  Iqbal  mengeklaim,
              sebanyak dua juta buruh akan melakukan mogok kerja nasional pada Desember 2021. Langkah
              ini ditempuh karena pemerintah hanya menaikkan Upah Minimum Provinsi (UMP) sebesar 1,09
              persen.

              Said  mengatakan,  KSPI  sudah  menggelar  rapat  dengan  60  serikat  buruh  tingkat  nasional.
              Keputusannya adalah melakukan mogok produksi secara nasional pada Desember mendatang.

              "60 federasi tingkat nasional memutuskan mogok nasional, setop produksi. Ini akan diikuti 2 juta
              buruh,  (sehingga)  lebih  dari  ratusan  ribu  pabrik  akan  berhenti  bekerja,"  ujar  Said  dalam
              konferensi pers daring, Selasa (16/11).

























                                                           301
   297   298   299   300   301   302   303   304   305   306   307