Page 455 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 18 NOVEMBER 2021
P. 455

Ringkasan

              Tenaga kerja di Kota Depok yang mengajukan kenaikan (Jpah Minimum Provinsi (UMP) sebesar
              10 persen, harus gigit jari. Selasa (16/11), Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker) meastikan
              kenaikan UMP rata-rata sebesar 1,09 persen. Besaran itu berdasarkan simulasi dari data Badan
              Pusat Statistik (BPS). Kota Depok juga memastikan kenaikan UMK tidak lebih dari 3 persen.



              UMK DEPOK NAIK DI BAWAH 3%
              Rata-rata Nasional 1,09 Persen

              Tenaga kerja di Kota Depok yang mengajukan kenaikan (Upah Minimum Provinsi (UMP) sebesar
              10 persen, harus gigit jari. Selasa (16/11), Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker) memastikan
              kenaikan UMP rata-rata sebesar 1,09 persen. Besaran itu berdasarkan simulasi dari data Badan
              Pusat Statistik (BPS). Kota Depok juga memastikan kenaikan UMK tidak lebih dari 3 persen.

              Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Depok, Mohammad Thamrin menerangkan, kenaikan
              Upah Minimum Kota / Kabupaten (UMK) di Depok dalam waktu dekat akan segera menemukan
              titik terang. Hal ini diungkapkan setelah melakukan pertemuan dengan sejumlah pihak, untuk
              membahas rencana naik atau tidaknya UMK di Depok.

              "Kami melakukan rapat dengan Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Depok, Serikat Pekerja (SP),
              Asosiasi  Pengusaha  Indonesia  (APINDO),  Bappeda  dan  Disdagin  Kota  Depok,"  kata  Thamrin
              kepada Harian Radar Depok, Selasa (16/11).

              Thamrin mengungkapkan, dalam rapat tersebut, semua pihak mendengarkan pemaparan dari
              BPS Kota Depok terakit data, seperti data anggota keluarga dalam satu kartu keluarga (KK),
              berapa anggota keluarga yang bekerja dalam satu (KK), inflasi, daya beli, dan pertumbuhan
              ekonomi di Depok. "BPS Kota Depok menyampaikan data yang menjadi acuan dalam PP 36 tahun
              2021 tentang pengupahan, supaya menjadi acuan dalam menentukan kenaikan UMK di Depok
              tahun 2022 ini," tuturnya.

              Dia menjelaskan, dari data yang dituangkan BPS pada rapat tersebut. Di 2022 kemungkinan
              pertumbuhan  ekonomi  di  Depok  akan  meningkat,  walaupun  tidak  signifikan  sehingga  tidak
              menutup kemungkinan adanya kenaikan UMK. "Kenaikan tidak akan melebihi 3 persen, sesuai
              data yang dikeluarkan Kementerian Tenaga Kerja Republik Indonesia," bebernya.
              Dia  menambahkan,  keputusan  ini  akan  disepakati  pada  pertemuan  selanjutnya  yang  akan
              dilakukan pada Jumat (19/11). Apapun keputusan dalam rapat tersebut akan dijadikan acuan
              Pemerintah Kota Depok, untuk menyerahakan rekomendasi pengupahan ke Gubernur Jawa Barat
              "Kita lihat Jumat, Apindo mengusulkan berapa, SP mengusulkan berapa. Kalaupun keputusannya
              nanti, terlepas ada nota penolakan dari pihak SP ataupun Apindo kami akan serahkan hasil rapat
              tersebut ke Walikota Depok," terangnya.

              Keputusan  ini  diambil  sebagai  langkah  Pemerintah  Kota  Depok  untuk  mengikuti  instruksi
              Kementerian  Tenaga  Kerja  yang  mewajibkan  keputusan  UMK  harus  sudah  keluar  pada  25
              November.

              "Makanya  tanggal  20  November  ini  kami  usahakan  dari  Walikota  Depok  sudah  mengirimkan
              rekomendasi ke Gubernur Jawa Barat," bebernya.






                                                           454
   450   451   452   453   454   455   456   457   458   459   460