Page 451 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 18 NOVEMBER 2021
P. 451
Berbeda dengan regulasi pengupahan sebelumnya, penghitungan UMK kali ini dirumuskan
berdasarkan berbagai variabel di bidang pertumbuhan ekonomi dan ketenagakerjaan. Mulai dari
rata-rata konsumsi per kapita per bulan, rata-rata jumlah anggota rumah tangga (ART), dan
rata-rata banyaknya orang yang bekerja per rumah tangga.
Termasuk pertumbuhan ekonomi provinsi, inflasi provinsi, UMK tahun berjalan, hingga sejumlah
item lainnya yang diperoleh dari data Badan Pusat Statistik (BPS). ''Semua itu nanti kita
simulasikan bersama anggota Depeko Mojokerto untuk dicarikan UMK-nya,'' paparnya.
Sementara itu, berdasarkan skema penghitungan yang difasilitasi di laman Kementerian
Ketenagakerjaan (Kemenaker), UMK Kota Mojokerto tahun 2022 berpotensi mengalami
kenaikan. Dari UMK tahun berjalan sebesar Rp 2.481.302,97, UMK 2020 mengalami kenaikan
sekitar 1,17 persen atau Rp 29.149,39 menjadi Rp 2.510.452,36.
Meski tidak signifikan, namun persentasenya kenaikannya sedikit lebih besar dibanding UMK
tahun ini yang hanya naik 1,01 persen atau Rp 25 ribu dari sebelumnya Rp 2.456.302,97.
Meski demikian, Suaharno menyebut bahwa penghitungan yang dapat diakses pada
http://wagepedia.kemnaker.go.id/ belum bisa menjadi patokan kenaikan UMK. Karena
penghitungannya akan tetap berdasarkan hasil kesepakatan pada forum depeko. ''Jadi, itu hanya
sebagai alat bantu saja. Karena kita tetap lakukan penghitungan melalui wakil pengusaha, wakil
pemerintah, dan wakil dari pekerja atau buruh di depeko,'' tandas mantan Lurah Gunung
Gedangan ini.
(ram /abi) (mj/ram/fen/JPR)
450

