Page 456 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 18 NOVEMBER 2021
P. 456

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah mengumumkan, soal simulasi kenaikan rata-
              rata  UMP  2022  berdasarkan  PP  No  36  tahun  2021  tentang  pengupahan.  Terungkap  bahwa
              kenaikan UMP 2022 tercatat sebesar rata-rata 1,09 persen.

              "Ini  rata-rata  nasional.  Tentu  sekali  lagi  kita  tunggu  para  gubernur.  Data  BPS  sudah  kami
              sampaikan  ke  para  gubernur.  Nanti pada  saatnya  gubernur  akan  menetapkan.  Tapi  simulasi
              secara nasional itu kenaikannya 1,09 persen," ujar Ida dalam konferensi pers virtual, Selasa
              (16/11).

              Hal itu, kata dia berdasarkan Undang-undang No 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja dan aturan
              turunannya yaitu PP Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan. Gubernur harus menetapkan
              UMP paling lambat 20 November 2021.

              "Karena 21 November merupakan hari libur nasional maka penetapannya harus dilakukan paling
              lambat satu hari sebelumnya, yaitu 20 November 2021," kata Ida.

              Setelah menetapkan UMP, maka kata dia, harus dilakukan penatapan UMK paling lambat 30
              November 2021. Hal ini juga telah tegaskan kembali oleh Menteri Dalam Negeri melalui Surat
              Edaran Menteri Dalam Negeri 561/6393/SJ Hal Penetapan Upah Minimum tahun 2022 kepada
              seluruh gubernur.

              Menurutnya, upah minimum berdasarkan PP No36 Tahun 2021 hanya berdasarkan wilayah, yaitu
              Upah  Minimum  Provinsi  (UMP)  dan  Upah  Minimum  Kabupaten/Kota  (UMK).  Tidak  ada  lagi
              penetapan UM berdasarkan sektor, namun UMS yang telah ditetapkan sebelum 2 November
              2020, tetap berlaku hingga UMS tersebut berakhir atau UMP/ UMK di wilayah tersebut telah lebih
              tinggi. Dengan demikian UMS tetap berlaku dan harus dilaksanakan oleh pengusaha.

              Kemnaker,  kata  dia,  juga  telah  menyampaikan  data-data  yang  bersumber  dari  Badan  Pusat
              Statistik dalam penetapan UM kepada seluruh gubernur. Dengan demikian seluruh kepala daerah
              dapat  menetapkan  upah  minimum  sesuai  ketentuan  dan  sekaligus  mencermati  kondisi
              didaerahnya berdasarkan indikator makro daerahnya.(JPC/dra)

              M Thamrin

              RENCANA UMK DEPOK 2022: Di bawah 3 persen

              UMK DEPOK:

              Tahun 2019: Rp3.872.551 Tahun 2020 : Rp4,2 juta Tahun 2021: Rp4,2 juta Tahun 2021: Belum
              ditetapkan

              PENETAPAN:

              2021 25 November 2021

              PENGAJUAN KE GUBERNUR:  20 November 2021

              KENAIKAN RATA-RATA NASIONAL:

              1,09 persen









                                                           455
   451   452   453   454   455   456   457   458   459   460   461