Page 449 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 18 NOVEMBER 2021
P. 449

Nilai batas atas upah minimum dihitung berdasarkan rata-rata konsumsi per kapita, rata-rata
              banyaknya anggota rumah tangga, dan rata-rata banyaknya anggota rumah tangga yang bekerja
              pada  setiap  rumah  tangga.  Nilai  batas  bawah  upah  minimum  dihitung  dari  batas  atas  upah
              minimum dikalikan 50 persen.

              Formula baru rentang nilai batas atas dan batas bawah dalam PP No. 36 tahun 2021 inilah yang
              membuat kenaikan upah minimum 2022 hasilnya justru di bawah inflasi ataupun pertumbuhan
              ekonomi. Padahal berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi tertinggi
              didapat oleh Maluku Utara dengan kenaikan 12,76%, Inflasi tertinggi Bangka Belitung 3,29%.

              Mirah Sumirat mengungkapkan, berdasarkan PP No. 36 tahun 2021, kenaikan UMP 2022 tertinggi
              adalah di DKI Jakarta menjadi sebesar Rp 4.453.724 dari sebelumnya tahun 2021 sebesar Rp
              4.416.186,548. Artinya hanya naik sebesar Rp 37.538. Sedangkan kenaikan terendah UMP tahun
              2022 adalah di Jawa Tengah menjadi sebesar Rp 1.813.011, atau hanya naik sebesar Rp 14.032
              dibanding UMP tahun 2021 sebesar Rp 1.798.979,00.

              “Artinya dengan kenaikan UMP tahun 2022 tertinggi hanya sebesar Rp 37.538 dan kenaikan
              terendah adalah hanya naik Rp 14.032, ini sangat memalukan di tengah kondisi rakyat yang
              semakin  sulit  dan  daya  beli  masyarakat  yang  semakin  rendah.  Rakyat  dipaksa  untuk  terus
              miskin!,” tegas Mirah Sumirat.

              Apalagi pada tahun 2020 yang lalu, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah telah memutuskan
              untuk tidak menaikkan upah minimum tahun 2021, dengan hanya berdasarkan Surat Edaran
              Menteri Ketenagakerjaan Nomor 11/HK04/X/2020 tentang Penetapan Upah Minimum tahun 2021
              pada Masa Pandemi Covid-19.

              Mirah Sumirat juga menegaskan bahwa UU Cipta Kerja No. 11 tahun 2020 dan PP No. 36 tahun
              2021  tentang  Pengupahan,  semakin  membuktikan  bahwa  Pemerintahan  Joko  Widodo
              memberikan  karpet  merah  kepada  pengusaha  dan  tidak  berpihak  pada  pekerja  dan  rakyat
              Indonesia.

              ASPEK Indonesia sebagai Federasi serikat pekerja afiliasi KSPI, mendukung penuh rencana KSPI
              yang akan melakukan Mogok Nasional secara konstitusional untuk menolak penetapan UMP 2022
              yang  tidak  manusiawi  dan  ini  semakin  membuktikan  bahwa  Pemerintah  tidak  mampu
              memberikan kehidupan yang layak kepada rakyat nya, pungkas Mirah Sumirat.(hen)




























                                                           448
   444   445   446   447   448   449   450   451   452   453   454