Page 444 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 18 NOVEMBER 2021
P. 444

Judul               Buruh Jabar Ancam Mogok Jika Upah Tak Naik 10 Persen di 2022
                Nama Media          cnnindonesia.com
                Newstrend           Upah Minimum 2022
                Halaman/URL         https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20211117112056-92-
                                    722315/buruh-jabar-ancam-mogok-jika-upah-tak-naik-10-persen-di-
                                    2022
                Jurnalis            Rabu, 17 Nov 2021 12:24 WIB
                Tanggal             2021-11-17 12:24:00
                Ukuran              0
                Warna               Warna
                AD Value            Rp 17.500.000
                News Value          Rp 52.500.000
                Kategori            Ditjen PHI & Jamsos
                Layanan             Korporasi
                Sentimen            Negatif



              Ringkasan

              Ketua Umum Pimpinan Pusat Federasi Serikat Pekerja Tekstil, Sandang dan Kulit - Serikat Pekerja
              Seluruh Indonesia (FSP TSK SPSI) Roy Jinto mengatakan buruh di Jawa Barat (Jabar) sepakat
              untuk melakukan mogok kerja daerah dan nasional apabila tuntutan upah minimum sebesar 10
              persen pada 2022 tidak dikabulkan pemerintah.


              BURUH JABAR ANCAM MOGOK JIKA UPAH TAK NAIK 10 PERSEN DI 2022

              Ketua Umum Pimpinan Pusat Federasi Serikat Pekerja Tekstil, Sandang dan Kulit - Serikat Pekerja
              Seluruh Indonesia (FSP TSK SPSI) Roy Jinto mengatakan buruh di Jawa Barat (Jabar) sepakat
              untuk melakukan mogok kerja daerah dan nasional apabila tuntutan upah minimum sebesar 10
              persen pada 2022 tidak dikabulkan pemerintah.

              "Mogok akan kami lakukan sebelum penetapan upah minimum 2022 dan Desember 2022, apabila
              Mahkamah Konstitusi (MK) tidak membatalkan UU Cipta Kerja yang menurut kami bertentangan
              dengan UUD 1945 dan UU 12 tahun 2011," kata Roy melalui pesan tertulis, Rabu (17/11).

              Roy  menuturkan  buruh  menuntut  pemerintah  untuk  menetapkan  upah  minimum  2022  tidak
              menggunakan formula perhitungan Peraturan Pemerintah (PP) 36 No 2021 tentang Pengupahan
              karena UU Cipta Kerja yang menjadi cantolan beleid itu statusnya masih diuji secara formil dan
              materiil di Mahkamah Konstitusi.

              "Dan kita sedang menunggu jadwal sidang pembacaan putusan, karena PP 36/2021 merupakan
              aturan  turunan  UU  Cipta  Kerja  dan  uu-nya  sedang  diuji,  sehingga  pemerintah  harus
              menghormati  proses  hukum  di  MK  dengan  menunda  pelaksanaan  UU  Cipta  Kerja,  termasuk
              peraturan turunannya sampai adanya putusan MK baik secara formil dan materil," ujar Roy.

              Menurut  Roy,  penetapan  upah  minimum  berdasarkan  PP  36/2021  telah  menghilangkan  hak
              buruh melalui dewan pengupahan untuk berunding karena semua data-data sudah diputuskan



                                                           443
   439   440   441   442   443   444   445   446   447   448   449