Page 443 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 18 NOVEMBER 2021
P. 443

persen. Pemerintah menetapkan kenaikan upah minimum berdasarkan Peraturan Pemerintah
              (PP) Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan, yang merupakan aturan turunan dari Undang-
              Undang  (UU)  Nomor  11  Tahun  2020  tentang  Cipta  Kerja.  Presiden  Aspek  Indonesia  Mirah
              Sumirat  menyitir  PP  Nomor  36  tahun  2021,  mengatakan  kenaikan  2022  tertinggi  adalah  di
              menjadi sebesar Rp 4.453.724 dari sebelumnya tahun 2021 sebesar Rp 4.416.186,548 atau naik
              sebesar Rp 37.538.Sedangkan kenaikan terendah tahun 2022 adalah di Jawa Tengah menjadi
              sebesar Rp 1.813.011, atau hanya naik sebesar Rp 14.032 dibanding tahun 2021 sebesar Rp
              1.798.979,00.
              "Artinya dengan kenaikan tahun 2022 tertinggi hanya sebesar Rp 37.538 dan kenaikan terendah
              adalah hanya naik Rp 14.032, ini sangat memalukan di tengah kondisi rakyat yang semakin sulit
              dan daya beli masyarakat yang semakin rendah. Rakyat dipaksa untuk terus miskin," kata Mirah
              Sumirat dalam keterangan tertulis, Rabu, 17 November 2021.Padahal, pada 2020, kata Mirah,
              Menteri Ketenagakerjaan telah memutuskan untuk tidak menaikkan upah minimum tahun 2021,
              dengan  hanya  berdasarkan  Surat  Edaran  Menteri  Ketenagakerjaan  Nomor  11/HK04/X/2020
              tentang Penetapan Minimum tahun 2021 pada Masa Pandemi Covid-19.Dengan demikian, Mirah
              mengatakan adanya UU Cipta Kerja Nomor 11 Tahun 2020 dan PP Nomor 36 tahun 2021 tentang
              Pengupahan,  semakin  membuktikan  bahwa  Pemerintahan  Joko  Widodo  memberikan  karpet
              merah  kepada  pengusaha  dan  tidak  berpihak  pada  pekerja  dan  rakyat  Indonesia.Untuk  itu,
              Aspek Indonesia sebagai federasi serikat pekerja afiliasi KSPI, mendukung penuh rencana mogok
              nasional secara konstitusional untuk menolak penetapan 2022 tersebut. "Karena tidak manusiawi
              dan ini semakin membuktikan bahwa Pemerintah tidak mampu memberikan kehidupan yang
              layak kepada rakyatnya," ujar Mirah Sumirat.CAESAR AKBAR.














































                                                           442
   438   439   440   441   442   443   444   445   446   447   448