Page 447 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 18 NOVEMBER 2021
P. 447

PARA GUBERNUR DIMINTA TETAPKAN UMP PALING LAMBAT MINGGU 21
              NOVEMBER 2021
              Para  gubernur  diminta menetapkan  upah  minimum  provinsi (UMP) paling  lambat Minggu  21
              November  2021.  Penetapan  ini  harus  sesuai  dengan  ketentuan  Peraturan  Pemerintah  (PP)
              Nomor  36  Tahun  2021  tentang  Pengupahan  yang  merupakan  aturan  turunan  dari  Undang-
              Undang (UU) Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

              “Gubernur harus menetapkan UMP paling lambat tanggal 21 November tahun 2021, dan karena
              tanggal 21 November merupakan hari libur nasional maka penetapannya dilakukan paling lambat
              satu hari sebelumnya, yaitu tanggal 20 November,” ujar Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida
              Fauziyah, di Jakarta, Selasa (16/11/2021).

              Kemudian  penetapan  upah  minimum  kabupaten  (UMK)  dilakukan  paling  lambat  tanggal  30
              November 2021 dan dilakukan setelah penetapan UMP.

              Ketentuan batas waktu penetapan ini telah ditegaskan kembali dalam Surat Edaran (SE) Menteri
              Dalam Negeri (Mendagri) Nomor 561/6393/SJ perihal penetapan upah minimun tahun 2022,
              yang disampaikan kepada seluruh gubernur.

              Baca Juga: Menaker: Upah Minimum Instrumen Pengentasan Kemiskinan Lebih lanjut Menaker
              menegaskan,  penetapan  upah  minimum  (UM)  tahun  2022,  berdasarkan  UU  Cipta  Kerja  dan
              aturan turunannya PP 36/2021 bertujuan untuk memberikan perlindungan kepada pekerja/buruh
              agar upahnya tidak dibayar terlalu rendah akibat posisi tawar mereka yang lemah dalam pasar
              kerja.

              “Kebijakan upah minimun ditujukan sebagai salah satu instrumen pengentasan kemiskinan serta
              tentu saja untuk mendorong kemajuan ekonomi Indonesia melalui pengupahan yang adil dan
              berdaya saing,” ujarnya.

              Ida menjelaskan, UM adalah upah terendah yang ditetapkan oleh pemerintah yang berlaku bagi
              pekerja/buruh dengan masa kerja kurang dari satu tahun pada perusahaan yang bersangkutan.

              “Semangat dari formula upah minimum ini, berdasarkan PP Nomor 36 Tahun 2021, adalah untuk
              mengurangi  kesenjangan  upah  minimum  sehingga  terwujud  keadilan  upah  antarwilayah.
              Keadilan  antarwilayah  ini,  sekali  lagi,  dicapai  melalui  pendekatan  rata-rata  konsumsi  rumah
              tangga di masing-masing wilayah,” terangnya.

              Lebih  lanjut  Menaker  menjelaskan,  UM  berdasarkan  PP  Nomor  36  Tahun  2021  hanya
              berdasarkan wilayah, yaitu UMP dan UMK, tidak ada lagi penetapan UM berdasarkan sektor atau
              UMS. Namun UMS yang telah ditetapkan sebelum 2 November 2020 tetap berlaku hingga UMS
              tersebut berakhir atau UMP/UMK di wilayah tersebut telah lebih tinggi.

              “Dengan demikian, UMS tetap berlaku dan harus dilaksanakan oleh pengusaha,” pungkasnya.

















                                                           446
   442   443   444   445   446   447   448   449   450   451   452