Page 578 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 18 NOVEMBER 2021
P. 578

(16/11). Said mengatakan, terdapat dua agenda yang disoroti oleh KSPI. Yaitu terkait dengan
              kenaikan upah minimum tahun 2022, dan soal pemerintah yang memberikan proteksi kepada
              pemilik modal maupun kalangan pengusaha.



              SIAP GELAR MOGOK NASIONAL AWAL DESEMBER NANTI, KSPI: INI LEGAL DAN
              KONSTITUSIONAL

              -Awal Desember nanti, sebanyak 2 juta buruh akan melakukan mogok kerja secara nasional
              terkait upah murah yang mereka dapatkan. Upah buruh saat ini dianggap lebih buruk dari era
              Orde Baru (Orba).

              Hal itu disampaikan langsung oleh Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said
              Iqbal, melalui konferensi pers yang digelar secara virtual, Selasa sore (16/11).
              Said mengatakan, terdapat dua agenda yang disoroti oleh KSPI. Yaitu terkait dengan kenaikan
              upah  minimum  tahun  2022,  dan  soal  pemerintah  yang  memberikan  proteksi  kepada  pemilik
              modal maupun kalangan pengusaha.

              "Agenda  pertama  adalah  sikap  KSPI  menolak  dengan  tegas  dan  keras  kebijakan  yang  telah
              dikeluarkan oleh pemerintah dalam hal ini Menteri Tenaga Kerja terkait dengan kenaikan upah
              minimum yang kalau dilihat rata-rata kenaikan upah minimum untuk tahun 2022 baik UMP di
              tingkat  Provinsi  maupun  UMK  tampaknya  nanti  UMK  di  tingkat  kabupaten/kota  hanya  1,09
              persen," ujar Iqbal seperti dikutip Kantor Berita Politik RMOL, Selasa malam (16/11).

              Agenda yang kedua, lanjut Iqbal, yaitu terkait perkembangan sikap pemerintah dalam hal ini
              Menteri Tenaga Kerja yang dianggap lebih memberikan proteksi kepada kalangan pengusaha
              atau pemilik modal, dibandingkan memberikan perlindungan kepada kaum pekerja atau buruh
              atau pegawai atau karyawan.

              Bahkan, pemerintah saat ini mengembalikan upah buruh jauh lebih buruk dari zaman Soeharto
              di era Orba.

              "Maka  KSPI  sudah  melakukan  koordinasi  dengan  beberapa  serikat-serikat  buruh  yang  lain,
              hampir lebih dari 60 federasi serikat buruh di tingkat nasional, dan lima konfederasi di tingkat
              nasional menyatakan akan menggelar mogok nasional," tegas Iqbal.

              Mogok nasional tersebut direncanakan akan diikuti oleh dua juta buruh, ratusan ribu pabrik yang
              akan berhenti bekerja atau menghentikan produksi.

              "Dan ini adalah legal, dan ini ada konstitusional. Daripada Menteri Tenaga Kerja menggunakan
              upah  minimum,  inkonstitusional.  Maka  kami  gunakan  cara  konstitusional,  yaitu  pemogokan
              mogok nasional, dua juta buruh akan terlibat, ratusan ribu pabrik akan stop produksi di 30 lebih
              provinsi, ratusan kabupaten/kota," jelas Iqbal.

              Mogok nasional direncanakan akan berlangsung selama 3 hari pada awal Desember 2021. Yaitu
              pada 6-8 Desember. Akan tetapi, rencana tersebut masih bisa berubah.

              "Sedang kami cari tanggalnya. Bisa saja tentatif, 6, 7, 8 Desember, tiga hari kita mogok nasional.
              Ini masih tentatif, belum ada keputusan resmi dari semua gabungan serikat buruh," terang Iqbal.
              Sebagai awalan, aksi mogok nasional ini akan didahului dengan aksi unjuk rasa yang dimulai
              Rabu (17/11) di berbagai daerah.




                                                           577
   573   574   575   576   577   578   579   580   581   582   583