Page 143 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 3 APRIL 2020
P. 143
Pemerintah Bintan sendiri menginginkan proses pemulangan TKA ilegal yang
ditemukan di PT Bintan Alumina Indonesia (PT BAI) itu berlangsung cepat.
"Kalau bisa seluruhnya dipulangkan hari ini. Kami terus mengawasinya," katanya
yang juga Kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu
(DPMPTSP) Bintan.
Hasfarizal mengemukakan Pemkab Bintan memulangkan seluruh TKA asal Tiongkok
itu karena tidak memiliki izin bekerja di PT Bintan Alumina Indonesia.
TKA itu, berdasarkan pernyataan pihak perusahaan, bekerja sebagai konsultan yang
mengarahkan penggunaan peralatan dalam proses pembangunan smelter.
Mereka tidak sempat bekerja di perusahaan itu sehingga tidak diproses sesuai
ketentuan yang berlaku.
"Tdak ada perbedaan perlakuan. Mereka baru tiba di lokasi perusahaan, kemudian
heboh.
Jadi mereka belum sempat bekerja, kemudian kami minta pihak perusahaan untuk
mengembalikan mereka ke Jakarta. Urus izinnya di Jakarta," ucapnya.
Terkait hasil pemeriksaan kesehatan yang dilakukan tim medis terhadap 39 orang
TKA asal Tiongkok itu, Hasfarizal mengatakan mereka non reaktif terhadap COVID-
19.
Pemeriksaan kesehatan dengan menggunakan Rapid Test.
"Hasilnya non reaktif," ujarnya.
Sebelum, Direktur PT BAI, Santoni keberatan TKA asal Tiongkok itu dikembalikan ke
Jakarta.
Alasannya, perusahaan mengalami kesulitan dalam melakukan kegiatan
pembangunan imbas dari COVID-19.
Pemulangan 39 orang TKA itu akan menimbulkan dua permasalahan yakni proyek
pembangunan terhambat sehingga kemungkinan terjadi PHK terhadap tenaga kerja
lokal.
Permasalahan kedua, kondisi Jakarta yang melakukan pembatasan-pembatasan
sehingga TKA akan kesulitan berada di Jakarta.
"Kondisi ini yang mungkin dapat menimbulkan pemberitaan negatif secara nasional,
belum lagi digoreng-goreng. Saya khawatir itu terjadi," ucapnya.
Page 142 of 186.

