Page 145 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 3 APRIL 2020
P. 145

"Dugaan bahwa ada pesanan dari kelompok lain yang mendesak mereka untuk
               menyelesaikan pembahasan secepatnya. Desakan pihak-pihak lain itu yang
               tampaknya membuat mereka terlihat memanfaatkan situasi pandemi ini untuk bisa
               menggolkan misi atas RUU itu," kata dia kepada  CNNIndonesia.com  , Kamis (2/4).


               Dalam rapat paripurna DPR, Kamis (2/4), Wakil Ketua DPR yang juga pimpinan
               sidang Azis Syamsuddin menyebut akan membacakan Surat Presiden (surpres) dari
               Presiden Joko Widodo tentang RUU Ciptaker tersebut.

               Lucius mengatakan tak biasanya DPR RI tancap gas sejak awal masa sidang. Hal
               yang dibahas pun berupa RUU kontroversial yang tidak mendesak untuk hajat hidup
               orang banyak. Seharusnya, kata Lucius, Dewan mempercepat penanganan Virus
               Corona.

               "Sudah semestinya rencana membahas RUU-RUU di tengah situasi sekarang ini
               harus dipinggirkan lagi," kata dia.

               b  Terpisah, Koalisi Masyarakat Sipil untuk Reformasi Sektor Keamanan juga
               menolak rencana DPR RI membahas RUU Omnibus Law Cipta Kerja karena dinilai
               akan nihil transparansi.

               Koalisi itu terdiri dari Amnesti Internasional Indonesia, ELSAM, HRWG, Imparsial,
               LBH Jakarta, LBH Masyarakat, LBH Pers, ICW, PBHI, PILNET Indonesia, Setara
               Institute, dan WALHI. Mereka meminta DPR RI menghindari kepentingan politik
               jangka pendek dalam kondisi sulit seperti ini.

               "Menghentikan pembahasan dan pengesahan semua RUU kontroversial, seperti RUU
               Mahkamah Konstitusi, RUU ASN, RUU KUHP, RUU Pemasyarakatan, dan RUU Cipta
               Kerja," tulis koalisi dalam keterangan tertulis yang diterima  CNNIndonesia.com  ,
               Kamis (2/4).


               Diketahui, RUU Omnibus Law Ciptaker merupakan usulan Pemerintah. Surat
               presiden (Surpres), yang merupakan tanda permintaan pembahasan dari
               pemerintah kepada DPR, telah dikirim bersama dengan draf RUU-nya pada Rabu
               (12/2).

               Setelah rapat paripurna menyetujui pembahasannyai, DPR menyerahkan
               penyusunan RUU ini kepada Baleg DPR yang akan membahas RUU tersebut.
               Kemudian, pembahasan RUU pun bergulir.

               (dhf/arh).

















                                                      Page 144 of 186.
   140   141   142   143   144   145   146   147   148   149   150