Page 425 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 16 NOVEMBER 2021
P. 425

Judul               Dihitung Secara Wajar
                Nama Media          Tribun Jateng
                Newstrend           Upah Minimum 2022
                Halaman/URL         Pg1&11
                Jurnalis            AFN
                Tanggal             2021-11-15 09:06:00
                Ukuran              252x183mmk
                Warna               Warna
                AD Value            Rp 30.240.000

                News Value          Rp 151.200.000
                Kategori            Ditjen PHI & Jamsos
                Layanan             Korporasi
                Sentimen            Positif




              Ringkasan
              UNTUK  menentukan  kenaikan  Upah  Minimum  Kabupaten/Kota  (UMK)  atau  Upah  Minimum
              Provinsi  (UMP),  pemerintah  mempunyai  dua  indikator  yang  digunakan.  Yaitu  inflasi  dan
              pertumbuhan ekonomi. Di negara manapun, dua indikator itu juga digunakan untuk menentukan
              dok pribadi upah terhadap buruh atau pekerja. Inflasi akan menentukan kenaikan harga barang,
              sedangkan  pertumbuhan  ekonomi  merupakan  aktifitas  ekonomi  yang  sedang  berjalan.  Tapi
              pertanyaannya apakah dua komponen itu cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup layak?


              DIHITUNG SECARA WAJAR

              UNTUK  menentukan  kenaikan  Upah  Minimum  Kabupaten/Kota  (UMK)  atau  Upah  Minimum
              Provinsi  (UMP),  pemerintah  mempunyai  dua  indikator  yang  digunakan.  Yaitu  inflasi  dan
              pertumbuhan ekonomi.

              Di  negara  manapun,  dua  indikator  itu  juga  digunakan  untuk  menentukan  dok  pribadi  upah
              terhadap  buruh  atau  pekerja.  Inflasi  akan  menentukan  kenaikan  harga  barang,  sedangkan
              pertumbuhan ekonomi merupakan aktifitas ekonomi yang sedang berjalan. Tapi pertanyaannya
              apakah dua komponen itu cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup layak?

              Kita harus melihat kasus per kasus. Seperti yang kita ketahui, sebelum pandemi, buruh menuntut
              adanya  komponen  liburan  dimasukkan  dalam  menentukan  upah.  Sekarang,  ada  komponen
              pembelian masker, hand sanitizer, vitamin, serta obat-obatan.

              Komponen tambahan itu tidak bisa menjadi patokan, karena keadaan selalu berubah. Hanya
              saja, apakah itu wajar atau masih masuk akal untuk dimasukkan dalam menentukan upah yang
              layak.

              Secara konseptual indikatornya masih dua itu. Antara inflasi dan pertumbuhan ekonomi. Tapi itu
              bukan harga mati, karena ada peran tiga pihak yakni pengusaha, buruh, dan pemerintah sebagai
              regulator.

              Masih ada upah sektoral.


                                                           424
   420   421   422   423   424   425   426   427   428   429   430