Page 426 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 16 NOVEMBER 2021
P. 426
Itu yang membedakan upah antara buruh yang bekerja di sektor makanan, farmasi, tekstil, dan
lainnya. Namun ketika hal tersebut dimasukkan, apakah buruh sudah merasa cukup?
Kebutuhan hidup layak ini harus ada standarnya. Misalkan dari BPS. Karena setiap orang punya
kebutuhan yang berbeda. Kita juga harus melihat dari sisi pengusaha bagaimana. Karena selama
pandemi banyak sekali pengusaha yang gulung tikar. Salah satu penyebabnya, karena tidak ada
keseimbangan antara penjualan dan pengeluaran untuk upah buruh atau pekerjanya.
Buruh yang meminta ada kenaikan upah sebesar 10 persen itu jauh dari inflasi dan pertumbuhan
ekonomi saat ini. Terlebih aktifitas ekonomi sekarang belum 100 persen pulih. Maka itu bisa
diselesaikan dengan berdialog. Pertumbuhan ekonomi dan inflasi di Jawa Tengah hanya sekitar
3 persen.
Toh saat pandemi pemerintah juga sudah memberikan stimulus bantuan subsidi upah untuk
yang bergaji di bawah Rp 5 juta. Ada pula bantuan sosial untuk masyarakat yang tidak produktif.
Masih ada pula program prakerja yang bisa dimanfaatkan untuk menambah kemampuan dan
penghasilan.
Saya sangat setuju untuk memperbaiki kondisi ekonomi nasional, masyarakat harus
meningkatkan daya beli. Namun otomatis, pengusaha dan pemerintah harus mampu
memberikan upah yang layak, (afn)
425

