Page 232 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 20 APRIL 2020
P. 232
Kepala BP2MI Benny Ramdhani, yang baru saja dilantik pada jabatan barunya itu
pekan ini, mengatakan hal tersebut merupakan prioritasnya saat ini.
"Kita ingin menjamin, dari ujung kepala sampai ujung kaki, mereka yang namanya
pekerja migran agar diberikan kenyamanan, keamanan, masuk lewat airport,
pelabuhan, lintas batas, walaupun tetap mengikuti stardardisasi protokol kesehatan,
dan kita ingin memastikan mereka nanti tiba di kampung halamannya masing-
masing," kata Benny melalui sambungan telepon.
Namun demikian, ia belum bisa menjabarkan rencana pemerintah secara detil.
TKI pulang sebelum Idul Fitri Benny mengaku bahwa pihaknya akan mulai
membahas rincian mekanisme akhir pekan.
"Tapi ini tidak hanya kerja dari BP2MI. Kita nanti akan kerja dengan kementerian
dan lembaga yang lainnya," tambahnya.
Benny mengatakan jumlah pekerja migran yang pulang akibat wabah virus corona
diperkirakan akan melonjak selama bulan Ramadan hingga perayaan Idul Fitri
mendatang.
Sementara, pemerintah juga memperkirakan bahwa puncak pandemi di dalam
negeri akan terjadi pada bulan Mei hingga Juli, kata Ketua Tim Pakar Gugus Tugas
Percepatan Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito.
"Di mana angka kasus pada saat puncak itu secara kumulatif diprediksi mencapai
95.000 kasus. Di mana selama Juni-Juli kasus konfirmasi positif sudah akan
mencapai 106.000 kasus," kata Wiku dalam konferensi pers pada Kamis (16/04).
Pemerintah menyatakan akan terus meningkatkan upaya penanganan.
Ingin pulang Wabah corona setidaknya membuat banyak TKI di Malaysia
kehilangan pekerjaan, seperti yang dituturkan oleh Rosidah. Ia adalah seorang
pekerja migran dari Jawa Timur yang bekerja di sektor kebersihan di Selangor.
Rosidah mengatakan bahwa dia dirumahkan sejak pertengahan Maret, ketika
Malaysia menerapkan lockdown. Ia juga mengungkapkan bahwa ia sedang hamil
dan ingin pulang.
"Karena kondisi saya sekarang lagi hamil. Tadinya memang rencana balik bulan
empat (April), tapi sekarang ada kondisi Covid ini, jadi tidak bisa balik.
"Padahal kandungan saya sudah masuk tujuh bulan. Saya ingin kembali ke Madura
untuk melahirkan. Di sini kondisinya begini, lockdown, kita pun cuti, mau makan
pun susah," kata Rosidah.
Beberapa pihak mempertanyakan kesiapan pemerintah daerah, maupun tempat asal
untuk menerima mereka. Dalam hal ini, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo
Page 231 of 355.

