Page 235 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 20 APRIL 2020
P. 235
Title JERITAN KARYAWAN GAJI DIPOTONG 50% HINGGA TERANCAM PHK
Media Name detik.com
Pub. Date 17 April 2020
https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/4980206/jeritan-karyaw an-gaji-
Page/URL
dipotong-50-hingga-terancam-phk
Media Type Pers Online
Sentiment Negative
Jakarta - Virus Corona tidak hanya memberi dampak pada masyarakat lapis bawah
yang mulai kehilangan pendapatan hingga pekerjaannya. Perlahan tapi pasti,
dampak Corona menjalar pada masyarakat lapis menengah.
Ratih, bukan nama sebenarnya, bekerja di salah satu perusahaan ritel ternama di
Jakarta. Ia adalah salah satu orang yang merasakan pedihnya dampak Corona.
Ia bercerita, perusahaan secara bertahap melakukan penyesuaian atas
berkembangnya virus ini. Awalnya, pada Maret jumlah hari kerjanya dipotong sehari
dengan konsekuensi pengurangan gaji.
"Kami dikasih peraturan satu hari tiap minggu tidak masuk kerja, dengan dipotong
gaji," jelasnya kepada detikcom , Kamis (16/4/2020).
Kebijakan pengurangan hari kerja pun terus bertambah. Hingga puncaknya saat
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar
(PSBB).
Dengan PSBB, mulai pekan depan jumlah hari kerjanya dipangkas hingga
separuhnya. Lagi-lagi, gajinya pun ikut terpengaruh yang mana gaji juga dipangkas
sampai separuh alias 50%.
Tunjangan hari raya (THR) pun entah bagaimana nasibnya. Ia tak tahu apakah akan
diberikan untuk tahun ini atau tidak.
Namun, ada yang lebih miris. Pengurangan jam kerja itu tidak disampaikan melalui
surat resmi, hanya sebatas broadcast via WhatsApp.
Protes pun sangat susah dilakukan oleh Ratih. Dia bahkan mendapat informasi,
karyawan yang protes malah terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).
Saat seperti ini, ia pun mengharap uluran tangan dari pemerintah. Sayangnya, dia
melihat kebijakan pemerintah justru berat sebelah hanya melihat masyarakat
lapisan bawah termasuk pengemudi ojek online (ojol).
Page 234 of 355.

