Page 54 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 20 APRIL 2020
P. 54

Title          MAL DITUTUP, NASIB 150 RIBU KARYAWAN DIRUMAHKAN, BAHKAN BISA DI-PHK
               Media Name     rmol.id
               Pub. Date      19 April 2020
                              https://nusantara.rmol.id/read/2020/04/19/430946/mal-ditutup-nasib-150 -ribu-
               Page/URL
                              karyawan-dirumahkan-bahkan-bisa-di-phk
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive









               Para pekerja di Pusat Perbelanjaan (Mal) Jawa Barat yang diperkirakan berjumlah
               sekitar 150.000 karyawan dari sedikitnya 73 Pusat Perbelanjaan terancam
               dirumahkan setelah penutupan sementara Pusat Perbelanjaan saat pandemi Covid-
               19.

               Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DPD Jawa Barat, Arman
               Hermawan menyatakan, hampir semua pusat perbelanjaan telah melakukan
               penutupan sementara dan terus mengurangi aktivitas pelayanan. Hal itu mencakup
               pusat perbelanjaan modern maupun yang semimodern (trade center).

               “Untuk Kota Bandung sendiri ada sekitar 21 pusat belanja dan trade center yang
               sudah tutup sejak akhir Maret lalu. Industri Pusat Perbelanjaan menjadi salah satu
               sektor yang paling terdampak dan berakibat pekerja di Pusat Perbelanjaan terancam
               dirumahkan dan bahkan terpaksa sampai kepada pemutusan hubungan kerja (PHK),
               mengingat belum diketahui juga sampai kapan penutupan sementara Pusat Belanja
               berlangsung,” ujar Arman, Sabtu (18/4).

               Penutupan sementara ini dilakukan karena adanya imbauan maupun surat edaran
               penutupan sementara Pusat Perbelanjaan dari Pemerintah baik di level Kecamatan,
               Pemerintah Kota/Kabupaten, dan Provinsi demi menghambat penyebaran Covid-19.

               Hal ini mengakibatkan sejumlah besar penyewa/pedagang berkisar hampir 95
               persen terpaksa berhenti membuka usahanya sampai jangka waktu yang tidak bisa
               ditentukan.

               “Masih ada sekitar 5 persen yang mencoba untuk bertahan membuka usaha, di
               antaranya adalah kategori Supermarket, Food and Beverages, maupun
               Healthy/Pharmacy, dimana khusus untuk Food and Beverages sudah tidak melayani
               makan di tempat dan hanya melayani pembelanjaan online melalui Ojek Daring,”
               ungkapnya, dikutip Kantor Berita RMOLJabar.

               Dukungan pemerintah baik dari pusat maupun daerah lewat dana bantuan sosial
               bagi karyawan terdampak juga sangat dibutuhkan. Mulai Bulan April ini, banyak
               anggota APPBI Jawa Barat dan para penyewa/Pedagang yang sudah menyatakan
               tidak sanggup membayar sewa, biaya operasional selama penutupan sementara dan
               gaji karyawan karena mereka tidak mempunyai pendapatan apapun sebagai imbas




                                                       Page 53 of 355.
   49   50   51   52   53   54   55   56   57   58   59