Page 58 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 20 APRIL 2020
P. 58

yang ingin mendapatkan kartu prakerja. Jadi harus diacak terus tiap minggunya.

               Peserta itu harus mencet tombol untuk kesediaan mengikuti batch selanjutnya.
               Dengan pengacakan. Karena tempat tersedia hanya 200 ribu setiap minggu.

               Jadi setelah sekian minggu, seluruh kuota prakerja yang 5,6 juta akan terbagikan.
               Tentunya kalau pendaftar lebih dari 5,6 juta, akan ada peserta yang tidak berhasil di
               tahun ini, tapi tahun depan bisa bergabung. Karena manfaat ini hanya sekali untuk
               tiap peserta.

               Seberapa efektif program ini untuk bisa tepat sasaran? Menko Airlangga bilang
               untuk PHK, prosesnya untuk sampai terbit surat bisa berbulan-bulan? UMKM juga,
               bagaimana status dia ketahuan layak atau tidak? Pendataan di K/L terkait. Kami
               menerima hasil seleksi dari mereka, tapi tetap harus mendaftar di situs untuk masuk
               ke gelombang.

               Kalau sudah didata K/L, tapi tidak mendaftar di situs prakerja.go.id, kami tidak bisa
               memberi kepersertaan.

               Total dana untuk ke peserta, Rp3,55 juta dengan Rp1 juta untuk latihan dan sisanya
               akan dibagikan Rp600 ribu selama 4 bulan berikutnya, apa realistis buat korban PHK
               yang punya tanggungan keluarga? Masih banyak program lain dari pemerintah
               untuk membantu meringankan beban hidup masyarakat. Jadi, dari prakerja bukan
               satu-satunya.

               Dengan beberapa kursus menerapkan pembelajaran beberapa sesi dalam
               silabusnya, apakah ada kedaluwarsa? Kebanyakan pelatihan online itu tidak harus
               diselesaikan dalam satu sesi. Dari kami juga tidak ada ketentuan suatu kelas harus
               diselesaikan dalam waktu tertentu.

               Kalau tertulis ada kedaluwarsa sampai akhir tahun, itu adalah saldo di kartu
               prakerja-nya. Jadi kalau dia sudah membeli pelatihan tersebut, tentu saldo sudah
               terpakai.

               Misal, dia mendapat Rp1 juta untuk biaya pelatihan, kemudian dia belanja satu
               pelatihan harganya Rp500 ribu, maka saldo tersisa Rp500 ribu. Katakan dia tidak
               memakai sisanya, di 31 Desember nanti, Rp500 ribu itu kembali ke kas negara.

               Tapi, untuk pelatihan yang dia beli, itu sudah dibayarkan ke lembaga pelatihan. Dia
               bisa menyelesaikan pelatihan kapan pun. Kalau mau maraton, dalam dua hari juga
               bisa sehingga bisa dapat insentif dengan cepat.

               Apakah market place pelatihan dibentuk supaya opsi pemilihan kembali ke peserta?
               Betul. Jadi, memang lembaga pelatihan bebas bekerja sama dengan siapa pun di
               delapan platform itu. Bisa dengan satu atau dua maupun seluruhnya. Karena
               lembaga pelatihan pun harus memilih platform digital yang mungkin lebih ekonomis,
               efisien, layanan bagus, teknologinya lebih bagus dan sesuai dengan konten yang



                                                       Page 57 of 355.
   53   54   55   56   57   58   59   60   61   62   63