Page 59 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 20 APRIL 2020
P. 59
lembaga tawarkan. Sehingga pilihan-pilihan itu tersedia bagi masyarakat.
Lembaga yang sama, pelatihan yang sama, ada di platform digital yang berbeda-
beda. Tidak jadi tumpang-tindih? Kenapa membaik menjadi masalah? Karena
artinya jika seorang peserta lebih senang memakai salah satu dari platform, tapi dia
ingin kursus di platform lain, bukankah itu lebih baik jika kursus itu tersedia di mana
dia berminat. Sama saja seseorang menonton satu film bisa di bioskop yang
berbeda-beda.
Kenapa tidak pemerintah yang membeli program pelatihan? Karena ini sesuai
dengan minat dan kebutuhan peserta. Pemerintah tentu tidak tahu secara persis
bagi para peserta, apa pelatihan yang dibutuhkan setiap individu. Jadi itu
memberikan opsi supaya orang-orang mengambil pilihan sesuai minat, harga, dan
kebutuhan mereka, dibandingkan menentukan pelatihan apa dan pada harga
berapa.
Sebenarnya apa perlu berbayar mengingat banyak pelatihan atau kursus seperti di
situs Center Development Career UI, lynda.com by LinkedIn, lalu Coursera yang
memberi kursus gratis dengan sertifikat selama covid-19? Pekerja informal di
Indonesia dengan tingkat pendidikannya yang mungkin Anda ketahui, apa bisa
mengakses 85 kursus (Coursera) ini? Jadi kira-kira yang bisa mengakses kursus
seperti 85 di atas itu dan Lynda.com adalah masyarakat Indonesia yang
berpendidikan tinggi, ya.
Kelas-kelas yang praktis seperti kelas masak, menjahit, kelas-kelas yang bisa
diakses gratis Youtube, apakah akan tetap laku? Tentunya kalau memang ada yang
gratis, kalau peserta dapat melihat yang gratis, mereka tidak akan memanfaatkan
bantuannya untuk sesuatu yang sudah ada gratis. Jadi peserta akan memilih
pelatihan yang memang dia tidak bisa akses secara gratis.
Platform digital yang menjadi mitra prakerja sekarang dikontrak untuk berapa lama?
Saat ini perjanjian kerja samanya sampai dua tahun. Bisa dievaluasi sewaktu-waktu.
Kami harapkan dengan pemicu dari pemerintah mendorong masyarakat untuk
belajar dan meningkatkan keterampilan. Pada saat situasi normal setelah pandemi,
pemerintah harapkan masyarakat sudah mencicipi nilai dari pelatihan keterampilan.
Maka pada saat daya beli kembali, mereka bisa menyisihkan sebagian uangnya
untuk mengambil pelatihan keterampilan sebagai investasi di sumber daya manusia.
Prakerja seharusnya bukan satu-satunya cara untuk mengasah keterampilan. Tetapi
ini untuk mereka yang membutuhkan fasilitas bantuan dari pemerintah. (M-2).
Page 58 of 355.

