Page 115 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 25 SEPTEMBER 2019
P. 115
Ketua HMI Cabang Bandung, Sigit Egi Dwi Tama menjelaskan selain aksi di
Bandung, sebagian masa juga berangkat ke Jakarta. "Sekitar 200-an berangkat juga
ke Jakarta," ujar Sigit.
Dalam aksinya itu, setidaknya ada 47 tuntutan yang disuarakan massa aksi. Massa
menuntut dari beberapa sektor, yakni sektor perburuhan, agraria, hak perlindungan
terhadap perempuan, isu hak atas pendidikan, dan isu ancaman demokrasi. "Dalam
sektor perburuhan kami menolak revisi Undang-undang ketenagakerjaan, hapus
sistem kerja kontrak, menolak upah murah, dan lain-lain," ujar peserta aksi Hirson.
Seperti diketahui, aksi unjuk rasa dilakukan sejak kemarin, Senin, 23 September
2019 dengan tuntutan pemerintah membatalkan Revisi RKUHP, revisi UU KPK yang
dinilai merugikan masyarakat. Dalam aksi hari ini, gerbang Jawa Barat diikat dengan
rantai sebagai bentuk kekecewaan. "Ini bentuk kekecewaan kami," ujar orator.
Sementara itu, anggota Jawa Barat Asep Wahyuwijaya menuturkan, dengan adanya
aksi yang digelar massa gabungan ini, pihaknya tidak merasa keberatan. Dia pun
mengapresiasi hal tersebut.
"Pertama, kita harus menghargai teman-teman mahasiswa kembali hidup, kembali
berkumpul, kembali berteriak. Saya kira harus mengapresiasi itu setelah sekian lama
'tidur'. Jadi kritisisme itu harus tetap dijaga," ujar Asep.
Meski demikian, kata Asep, penyampaian aspirasi ini harus dilakukan dengan tertib.
Asep menegaskan, mengenai isu yang disampaikan massa aksi ini hal itu menjadi
ranah pemerintah pusat. Dengan menggelar aksi ini, kata Asep, hal itu menjadi
simbol bagi wakil rakyat di Jawa Barat nenyuarakan hal yang sama.
"Tanpa harus kita sampaikan secara formil, rekan media juga kan meliput. Ini bukan
hanya di Bandung, hampir semua tempat menyuarakan hal yang sama. Semestinya
menurut saya, pemerintah pusat merespons ini. Mereka punya idealisme," kata Asep
seraya menambahkan mudah-mudahan tuntutan massa aksi ini direspons
pemerintah pusat.***.
Page 114 of 165.

