Page 114 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 25 SEPTEMBER 2019
P. 114
Title ALIANSI RAKYAT MENGGUGAT KEMBALI DATANGI GEDUNG DPRD JABAR
Media Name pikiran-rakyat.com
Pub. Date 24 September 2019
https://www.pikiran-rakyat.com/bandung-raya/2019/09/24/aliansi-rakyat- menggugat-
Page/URL
kembali-datangi-gedung-dprd-jabar
Media Type Pers Online
Sentiment Negative
BANDUNG - Massa aksi gabungan yang mengatasnamakan Aliansi Warga
Menggugat, kembali menggelar aksi di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat
Daerah () Jawa Barat, Jalan Diponegoro Kota Bandung, Selasa, 24 September 2019.
Namun, dalam aksi ini tidak hanya mahasiswa yang melakukan tetapi juga dari
kaum buruh, Kongres Aliansi Seluruh Buruh Indonesia (KASBI) yang juga menolak
revisi Undang-undang Ketenagakerjaan Nomor 13/2013.
Sama seperti dalam aksi sebelumnya yang digelar di Gedung Jawa Barat, massa aksi
dari kalangan mahasiswa menolak tentang Revisi Undang-undang KPK, RKUHP,
Undang-undang Penghapusan Kekerasan Seksual, dan Undang-undang Pertanahan.
Dengan hadirnya massa aksi dari kaum buruh, tuntutan massa pun bertambah
menolak RUU ketenagakerjaan.
Dalam aksinya, perwakilan buruh yang berorasi menyampaikan bahwa dengan
adanya revisi Undang-undang Nomor 13/2013 ini kemudian akan menutup
kesempatan kerja bagi pribumi. "Ada tuntutan kita bahwa ternyata pemerintah
pusat sudah mengeluarkan Keputusan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 228 tahun
2019. Dalam keputusan menteri itu disebutkan jabatan-jabatan tertentu boleh
diduduki tenaga kerja asing di antaranya buruh jahit, buruh garmen, bahkan guru
dan tenaga pendidik lainnya boleh diduduki tenaga kerja asing," ungkap perwakilan
aksi dari kalangan buruh.
Dengan adanya keputusan menteri itu, kata dia, akan lebih mempersulit
kesempatan bekerja bagi warga Indonesia. Massa aksi menganggap dengan adanya
keputusan menteri nomor 228/2019 ini sebagai bentuk liberalisasi pemerintah
membuat perundang-undangan.
Dari pantauan di lapangan, massa pun kian bertambah banyak dari beberapa
elemen, tidak sekedar dari kalangan mahasiswa. Bahkan dalam aksinya itu massa
sambil meneriakkan antikapitalisme. Dalam aksinya itu, setiap perwakilan massa
aksi secara bergantian menyampaikan orasinya. "Antikapitalisme, antikapitalisme.
Tolak RUU sekarang juga," teriak massa aksi.
Untuk menghindari hal-hal yang tidak diharapkan, personel kepolisian dari Polda
Jabar juga disiagakan di gedung dewan. Bahkan, mobil water cannon pun
disiagakan.
Page 113 of 165.

