Page 113 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 25 SEPTEMBER 2019
P. 113
Pendidikan, Kementerian Tenaga Kerja (SDM), Kementerian Perindustrian,
Kementerian Perdagangan. Bicara pelatihan, leading sector Kementerian SDM
(tenaga kerja), bicara pendidikan, leading sector (Kemendikbud)," katanya.
Karena itu, Anton berpendapat pelatihan vokasi membutuhkan dukungan industri-
industri di tanah air. Anton berharap Kemenperin mestinya memberikan informasi
jobs apa saja yang perlu dilatih oleh Kemnaker dan jobs apa saja yang masuk
kurikulum di dalam SMK, dalam hal ini Kemendikbud.
"Kami harapkan kordinasi ini berjalan efektif dan cepat. Waktunya singkat, karena
bonus demografi 2030-2035, kita sudah fase menurun. Sudah mendesak kita contoh
kordinasi seperti di Malaysia," ujarnya.
Direktur UNI Global Union Asia Pasifik Kun Wardhana mengatakan Kun Wardana
Abyoto mengatakan saat ini, masih ada beberapa pekerja yang belum sadar atas
kesiapannya menghadapi RI 4.0. Sementara di sisi lain masih banyak peluang yang
bisa dimanfaatkan peranannya oleh serikat pekerja itu sendiri.
"Untuk bisa memanfaatkannya tersebut, kunci keberhasilannya yakni dengan
mengoptimalkan dialog sosial dan kolaborasi berupa kemitraan," kata anggota KPVN
itu
Kun mengungkapkan ada tiga tantangan yang dihadapi serikat pekerja dalam
menghadapi transformasi ketenagakerjaan.
Pertama Awareness, kurangnya tingkat kesadaran serikat pekerja akan dampak dari
adanya IR 4.0 terhadap keberlangsungan pekerjaan dan pelatihan vokasi. Kedua,
fokus; masih minimnya kesadaran atas pentingnya peningkatan skill yang dimiliki
bagi serikat pekerja.
"Ketiga, fragmentasi, masih belum adanya common goals atau tujuan bersama satu
sama lain terkait pembangunan SDM," ujar Anggota Dewan Pakar Asosiasi Serikat
Pekerja (ASPEK) Indonesia.
Page 112 of 165.

