Page 112 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 25 SEPTEMBER 2019
P. 112

Sumber Daya Manusia, di Ruang Tripartit Kemenaker, Senin (23/9).

               Dirjen Binalattas Kemnaker Bambang Satrio Lelono mengakui diperlukan kolaborasi
               antar-instansi pemerintah, pemerintah dan swasta maupun stakeholder (pemangku
               kepentingan) lainnya, dalam pelatihan vokasi untuk meningkatkan daya saing
               menyongsong era digitalisasi Revolusi Industri 4.0. Kolaborasi antar pemerintah dan
               pemerintah-swasta tersebut selain untuk menciptakan ekosistem pengembangan
               SDM yang adaptif juga sejalan arahan Presiden Joko Widodo untuk prioritas
               pembangunan SDM.

               "Salah satu bentuk kolaborasi tersebut, pemerintah (Kemenaker), Akademisi (UGM),
               dan Asosiasi Industri (Kadin dan Apindo) telah berinisiatif membentuk Komite
               Pelatihan Vokasi Nasional (KPVN) pada tahun 2017 untuk memperkuat sistem
               vokasi," kata Dirjen.

               Menurut Dirjen Bambang, Kemnaker tidak bisa bekerja sendiri untuk
               mengembangkan SDM, terkait bonus demografi. Meski memiliki strategi pelatihan
               vokasi yakni penguatan mutu dan akses pelatihan, tapi Kemnaker tetap
               membutuhkan penyesuaian program-program pelatihan dengan kebutuhan yang
               akan datang.

               "Kami bersinergi dengan industri karena yang paling tahu kebutuhan tenaga kerja di
               industri adalah mereka. Makanya, kita membentuk KPVN untuk menyiapkan peta
               jalan sistem pelatihan vokasi sesuai kebutuhan pasar kerja," katanya seraya
               menyebut KPVN berperan strategis untuk mendorong peningkatan mutu SDM,
               peningkatan produktivitas, dan pertumbuhan ekonomi melalui beberapa program.

               Dirjen Bambang juga menjelaskan, grand design pelatihan vokasi nasional sudah
               ada sejak tahun lalu, dan sudah 90 persen, serta akan menjadi dasar pelatihan
               vokasi di Indonesia.

               "Dalam waktu dekat akan segera diinformasikan kepada semua pihak bahwa
               Kemnaker akan menjadi koordinator pelatihan vokasi nasional," ungkapnya.

               Hal senada dinyatakan oleh Wakil Ketum Kadin Indonesia Anton J Supit.
               Menghadapi pasar kerja semakin dinamis dalam era Revolusi Industri 4.0 saat ini,
               kolaborasi menjadi kunci dalam menyiapkan sistem vokasi yang adaptif terhadap
               perkembangan kebutuhan pasar kerja.

               "Inti dari RI 4.0 yakni kolaborasi antara pemerintah dengan pengusaha, mesin
               dengan manusia, apalagi (kolaborasi) sesama pemerintah pusat," katanya.

               Anton J. Supit menilai Malaysia maju dalam SDM, karena kordinasi pembangunan
               SDM dipimpin oleh Mahatir Mohammad. Negeri Jiran itu membutuhkan waktu 8
               tahun untuk mendirikan sejenis Komite Vokasi Nasional.

               "Di Malaysia jelas pembagian tugas, ada enam kementerian terlibat. Kementerian



                                                      Page 111 of 165.
   107   108   109   110   111   112   113   114   115   116   117