Page 236 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 JUNI 2020
P. 236

"Ini sama poin 5 dan 8. Intinya kurasi materi pelatihan libatkan pi-hak-pihak yang kompeten. Di
              antaranya Dirjen Pelatihan di Kemnaker, lembaga, profesi, BSNP, dan lain-lain," ungkap Deputi
              Bidang Pencegahan KPK Pahala Nainggolan.

              Dia mengungkapkan, rekomendasi untuk pengembalian implementasi program kartu prakerja
              ke  Kemnaker  sudah  dibahas  juga  di  rapat  dengan  Kemenko  Perekonomian  dan  pemangku
              kepentingan terkait lainnya tanggal 28 Mei 2020.

              "Rekomendasi  ini  belum  dijalankan.  Karena  di  rapat  28  Mei  disebutkan  kalau  perpindahan
              sebelumnya dari Kemnaker ke Kemenko Perekonomian itu arahan Presiden," ujar dia.

              Mantan  auditor  Badan  Pengawasan  Keuangan  dan  Pembangunan  (BPKP)  ini  membeberkan,
              pada  akhir  2019  program  kartu  prakerja  telah  didesain  oleh  pemerintah  lewat  Kemnaker.
              Anggaran yang disiapkan sekitar RplO triliun.

              Saat  pandemi  Covid-19  terjadi,  kata  Pahala,  progam  ini  dialihkan  ke  Kemenko  Bidang
              Perekonomian dengan bentuk semi-bantuan sosial dan alokasi anggaran sebesar Rp20 triliun
              dengan target peserta 5,6 juta. Pengalihan dari Kemnaker ke Kemenko Bidang Perekonomian
              atas arahan Presiden Joko Widodo.

              "Jadi setelah dimodifikasi jadi semi bansos, karena pandemi digeser jadi semi bansos dialihkan
              ke Menko," ujarnya.

              Untuk  diketahui,  berdasarkan  Peraturan  Presiden  Nomor  36  Tahun  2020  tentang
              Pengembangan Kompetensi Kerja melalui Program Kartu Prakerja, penyelenggaraan program
              kartu prakerja kerja ditangani Komite Cipta Kerja. Komite terdiri atas Menteri Koordinator Bidang
              Perekonomian sebagai Ketua dengan didampingi Wakil Ketua yakni Kepala Staf Kepresidenan.

              Adapun  anggota  Komite  terdiri  atas  Menteri  Keuangan,  Menteri  Perencanaan  Pembangunan
              Nasional  (PPN)/Kepala  Badan  Perencanaan  Pembangunan  Nasional  (Bappenas),  Menteri
              Ketenagakerjaan,  Menteri  Perindustrian,  Menteri  Pendidikan  dan  Kebudayaan,  dan  Menteri
              Dalam Negeri. Sekretaris Komite dijabat oleh Sekretaris Kementerian Koordinator

              Sementara itu Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) meminta kepada pemerintah agar
              pelaku  usaha  khususnya  yang  tergabung  dengan  Hipmi  mendapatkan  kuota  untuk  menjadi
              peserta kartu pra kerja. Hal ini dibutuhkan karena pelaku pengusaha di hampir semua sektor
              terdampak virus corona atau Covid-19.

              Permintaan pelibatan Hipmi dalam program tersebut disampaikan Ketua Umum Badan Pengurus
              Pusat  (BPP)  Hipmi  Mardani  H  Maming  kepada  Menteri  Koordinator  Bidang  Perekonomian
              Airlangga Hartarto dalam diskusi virtual terkait mendorong peran dunia usaha dalam percepatan
              pemulihan ekonomi nasional.

              "Jadi masalah program kartu pra kerja, kita mau paling tidak Hipmi diikutsertakan. Masih banyak
              yang tidak dapat pra kerja," ujar dia,kemarin.

              Istana Serahkan ke Menko Perekonomian

              KPK akhirnya mengeluarkan sejumlah rekomendasi terkait implementasi progran kartu prakerja
              kepada pemerintah. Surat rekomendasi yang diteken ketua KPK disampaikan kepada Airlangga
              tertanggal 2 Juni 2020 ber-perihal "Kajian KPK terhadap Program Kartu Prakerja" dilampirkan
              dengan dua berkas (dokumen).






                                                           235
   231   232   233   234   235   236   237   238   239   240   241