Page 356 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 JUNI 2020
P. 356

"Pemerintah  telah  dan  terus  berupaya  untuk  melakukan  langkah-langkah  pembenahan
              pelindungan  bagi  awak  kapal  perikanan,"  kata  Menteri  Ketenagakerjaan  (Menaker),  Ida
              Fauziyah,  saat  memberikan  sambutan  pada  Peluncuran  Policy  Brief  tentang  Perbaikan  Tata
              Kelola  Perlindungan  ABK  Indonesia  di  kapal  ikan  asing  melalui  video  conference,  Kamis,
              (18/6/2020).

              Ida  mengungkapkan,  persoalan  selama  ini  terjadi  mulai  dari  proses  pemberian  izin  bagi
              perusahaan yang akan menempatkan awak kapal, proses rekrutmen dan pendataan, proses
              pelatihan dan sertifikasi, proses pelatihan calon awak kapal, dan proses pengawasannya.

              "Tahapan-tahapan tersebut mutlak kita lakukan evaluasi dan dibenahi, agar dampak masalah
              yang  ditimbulkan  saat mereka  bekerja  di  atas kapal  dapat diminimalisir  secaran  signifikan,"
              katanya.
              Ida menambahkan, Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran
              Indonesia (PPMI) secara jelas menyatakan bahwa awak kapal perikanan Indonesia yang bekerja
              di kapal berbendera asing merupakan bagian dari Pekerja Migran Indonesia (PMI). Pelindungan
              PMI mencakup pelindungan sebelum, selama, dan setelah bekerja.

              "PMI juga dilindungi dari segi hukum, sosial, dan ekonomi," ujarnya.

              UU Pelindungan PMI yang baru tersebut telah merumuskan dan melindungi hak dan kewajiban
              PMI beserta keluarganya. Namun ia mengakui, dalam kenyataannya, masih terjadi kekerasan
              dan  perbudakan  modern  di  laut  dan  masih  banyak  hak-hak  PMI  berikut  keluarganya  yang
              dilanggar.

              Menaker berpandangan, dalam rangka mewujudkan tata kelola penempatan awak kapal migran
              yang lebih baik, pendayagunaan potensi laut nasional beserta isi yang terkandung di dalamnya
              mutlak dilakukan untuk kepentingan bersama, sehingga laut Indonesia dapat dimanfaatkan oleh
              rakyatnya sendiri.

              "Ke depan, para nelayan atau pun awak kapal perikanan kita tidak lagi hanya bekerja di kapal
              asing tapi juga kapal Indonesia yang baik," jelasnya. (*).

































                                                           355
   351   352   353   354   355   356   357   358   359   360   361