Page 359 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 JUNI 2020
P. 359

Menurut  KPK  , metode tersebut besar kemungkinan dapat fiktif atau tidak efektif sehingga
              merugikan keuangan negara.

              Karena metode pembelajaran hanya satu arah. Peserta sudah mendapatkan insentif meskipun
              belum menyelesaikan seluruh pelatihan yang sudah dibeli, sehingga negara tetap membayar
              pelatihan yang tidak diikuti oleh peserta.

              Lebih lanjut lagi,  KPK  mengatakan lembaga pelatihan sudah menerbitkan sertifikat meskipun
              peserta belum menyelesaikan keseluruhan paket pelatihan yang telah dipilih.

              Materi pelatihan pun dianggap tidak memadai. Pelatihan yang memenuhi syarat secara materi
              dan penyampaian daring hanya 13 persen dari 1.895 pelatihan.

              Permasalahan juga terjadi pada proses pendaftaran.

              KPK merujuk pada data Kemenaker dan BPJS Ketenagakerjaan yang telah mengkompilasi data
              pekerja terdampak PHK dan sudah dipadankan NIK-nya berjumlah 1,7 Juta pekerja terdampak.

              Namun menurut  KPK  , hanya sebagian kecil dari whitelist ini yang mendaftar secara daring,
              yaitu hanya 143 ribu.
              Sedangkan, sebagian besar peserta yang mendaftar untuk 3 gelombang yaitu 9,4 juta pendaftar
              bukanlah target yang disasar oleh program ini.

              "Kemudian penggunaan fitur face recognition untuk kepentingan pengenalan peserta dengan
              anggaran Rp 30,8 miliar tidak efisien. Penggunaan NIK dan keanggotaan BP Jamsostek sudah
              memadai," ujarnya.

              Berdasarkan temuan di atas,  KPK  memberikan sejumlah rekomendasi untuk perbaikan teknis
              pelaksanaan program Kartu Prakerja.

              Di  antaranya,  peserta  yang  disasar  pada  pekerja  terdampak  tidak  perlu  mendaftar  daring
              melainkan dihubungi manajemen pelaksana sebagai peserta program; Penggunaan NIK sebagai
              identifikasi  peserta  sudah  memadai,  tidak  perlu  dilakukan  penggunaan  fitur  lain  yang
              mengakibatkan penambahan biaya.

              KPK juga menyarankan agar komite meminta pendapat hukum ke Kejaksaan Agung tentang
              kerja sama dengan delapan platform digital ini apakah termasuk dalam cakupan PBJ pemerintah
              atau tidak.

              "Serta  platform  digital  tidak  boleh  memiliki  konflik  kepentingan  dengan  Lembaga  Penyedia
              Pelatihan. Dengan demikian 250 pelatihan yang terindikasi harus dihentikan penyediaannya,"
              ujarnya.

              Selain itu, kurasi materi pelatihan dan kelaikannya untuk menentukan apakah dilakukan secara
              daring  agar  melibatkan  pihak-pihak  yang  kompeten  dalam  area  pelatihan  serta  dituangkan
              dalam bentuk petunjuk teknis.

              Rekomendasi  berikutnya  adalah  materi  pelatihan  yang  teridentifikasi  gratis  melalui  jejaring
              internet  harus  dikeluarkan  dari  daftar  pelatihan  yang  disediakan  Lembaga  Pelatihan;  dan
              pelaksanaan pelatihan daring harus memiliki mekanisme kontrol agar tidak fiktif.
              "Hasil kajian dan rekomendasi ini telah kami paparkan kepada Kemenko Perekonomian dan
              pemangku kepentingan terkait lainnya dalam rapat pada tanggal 28 Mei 2020," ungkap Alex.




                                                           358
   354   355   356   357   358   359   360   361   362   363   364